Lingkat Hitam, Bukan Komunitas Hitam

Valerie Katya Poriskova (03592)

Berbagai macam jenis komunitas kini tengah merambah di Yogyakarta, mulai dari komunitas sepeda, fotografi, motor, dan masih banyak lainnya. Namun bila melihat perkembangan musik tanah air saat ini tentu saja tak terlepas dengan munculnya komunitas musik yang semakin digemari oleh anak muda.

Komunitas musik yang semakin banyak juga tak terlepas dari jenis musik yang mereka naungi salah satunya adalah komunitas Lingkar Hitam yang memilih jalur musik underground. Komunitas ini merupakan suatu tim yang terbentuk dan terkumpul dari para pecinta musik yang tidak terbatas pada suatu aliran musik tertentu. Meski orang awan yang tidak mengetahui komunitas ini menganggap komunitas yang tidak benar dan keras tapi komunitas ini ingin berjuang serta mengekspresikan diri untuk menjadi bagian dari perkembangan musik indie yang dipersatukan melalui sebuah wadah komunitas dari dan untuk para pecinta musik yang ingin tetap terus menghargai musik indie.

Lingkar Hitam berawal dari kumpulan komunitas “Dead Poet Society” yang berisikan musik metal, emo, indie rock, dan power pop. Namun komunitas ini tidak berjalan lama sehingga Edo yang merupakan pelopor berdirinya komunitas Lingkar Hitam mulai membentuk komunitas baru bersama Nandy yang se-visi dengannya dan menamakannya “Lingkar Hitam”. Lingkar sendiri diartikan sebagai kumpulan dari berbagai macam orang, sedang hitam diartikan sebagai aliran musik yang dianggap oleh sebagian orang awam musik jenis ini adalah musik hitam. Maka, terbentuklah Lingkar Hitam pada tahun 2007 dan basecampnya berada di Nologaten RT 5 , RW 02 No. 141A , Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Namun pada event kedua, karena adanya perbedaan visi dan misi diantara Edo dan Nandy, maka mereka memutuskan berpisah dan menjalankan visi misi mereka masing – masing dan komunitas ini tetap dipegang oleh Edo sebagai Ketua.

Komunitas Lingkar Hitam adalah sebuah production yang bergerak di bidang musik, mereka tidak hanya sebagai penyelenggara event saja, tetapi juga membidangi recording, production house, dan berbagai bidang lain yang masih berhubungan, dan pengurus tetap komunitas ini sampai sekarang berjumlah tujuh orang. “Yang spesial dari kami adalah kami ingin memberikan suatu wadah, dimana acara-acara musik yang diselenggarakan dapat menjadi ajang mengekspresikan diri dan dapat menjadi sesuatu hal yang lebih mewarnai perkembangan seni musik Jogja,”kata Edo.

Komunitas ini hampir selama 2 tahun selalu mengadakan acara event yang mereka selenggarakan setiap 3-4 bulan sekali. Mereka mengadakan event-event manggung atau yang dikenal dengan gigs dan mengundang beberapa band dari Lingkar Hitam serta band-band dari Solo, Semarang, Bandung, hingga Jakarta. Mereka menamakan Lingkar Hitam and Friends.

Event Lingkar Hitam

Nama Lingkar Hitam sendiri sudah banyak dikenal tak hanya di daerah Yogyakarta namun sudah sampai keluar Yogyakarta. Orang-orang yang berkecimpung didalamnya biasanya adalah orang-orang terpelajar dari anak sekolahan, mahasiswa, hingga orang kantoran. Terkadang anggota yang terlalu aktif tidak jarang dari mereka yang lulus kuliahnya lama di karenakan terlalu fokus dengan komunitas ini karena komunitas ini tak hanya sekedar asal ngumpul saja namun juga ingin memberikan kontribusi terhadap perkembangan musik sesuai dengan visi dan misi mereka.

“Kami ingin orang-orang yang bergabung dalam komunitas ini adalah orang-orang yang mau dan mampu memberikan kontribusi di komunitas ini,” terang Edo. Selain itu mereka disini juga tak sekedar asal ngumpul saja tapi juga ingin memperkuat tali persaudaraan sesama pecinta musik dan komunitas ini bukan ajang untuk bisnis melainkan sebagai tempat atau wadah untuk mengeskpresikan diri dan menyalurkan hobinya.

Menurut Aryo salah satu dari anggota komunitas Lingkar Hitam, dia mengatakan bahwa komunitas ini memang seru dan mengasyikkan. Bisa dijadikan wadah untuk menyalurkan hobi musiknya. Selain itu orang-orangnya juga baik-baik dan memiliki solidaritas yang tinggi sehingga komunitas ini adalah tempat yang sesuai dengan apa yang dia harapkan.

Komunitas Lingkar Hitam

Lain halnya dengan Seto,”Saya tidak begitu tahu dengan komunitas Lingkar Hitam, yang saya tahu bahwa ini adalah komunitas dengan musik keras namun mungkin juga salah satu cara buat anak-anak yang suka musik menyalurkan hobinya”.

Selama kurang lebih hampir 4 tahun, komunitas ini juga mengalami pasang surut. Diawal terbentuknya Lingkar Hitam event pertama yang mereka adakan berjalan sukses, namun ada juga kendala-kendala dalam mempertahankan komunitas ini,seperti adanya perbedaan visi dan misi antara Edo dan Nandy selaku ketua dan wakil ketua yang menyebabkan Nandy pada akhirnya keluar, adanya masalah yang berhubungan dengan uang sehingga untuk menutupi pengeluaran mereka harus iuran, dan juga terkadang bila ada alat yang rusak saat event mereka, mau tak mau mereka harus menutupi kerusakan dengan uang kas sendiri.

Namun hal ini tetap tak menyurutkan semangat Edo dan teman-teman untuk tetap mempertahankan komunitas yang sudah kurang lebih 4 tahun dia bangun. Untuk tetap mempertahankan komunitas ini mereka menjual kaos dan souvenir Lingkar Hitam serta membuat album kompilasi dengan target sasaran adalah anak muda.

Untuk lebih mendekatkan diri dengan dunia luar, Lingkar Hitam juga menyediakan situs yang dapat diakses oleh semua kalangan mulai dari my space, blog hingga facebook. Ini merupakan tempat berkumpulnya orang-orang pecinta musik atau pun orang-orang yang ingin mengetahui komunitas Lingkar Hitam. Sehingga semua kalangan dapat mengaksesnya.

Selain itu dengan visi dan misi yang jelas komunitas ini memiliki kepedulian terhadap perkembangan musik indie di tanah air khususnya di Yogyakarta sendiri dimana mereka ingin melihat suatu panggung musik tanpa batas dan terkotak pada suatu aliran tertentu dengan mengusung konsep dasar yang telah tersepakati. Meskipun pada perkembangannya banyak sekali komunitas-komunitas musik terbentuk dan banyak warna aliran musik baru yang muncul, tetapi mereka tidak ingin menghilangkan ciri yang telah mereka sepakati sebelumnya.

Tak hanya itu dengan melihat kondisi musik indie Jogja saat ini yang sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan, Lingkar Hitam memberikan suatu wadah, dimana acara-acara musik yang diselenggarakan dapat menjadi ajang mengekspresikan diri dan dapat menjadi sesuatu hal yang lebih mewarnai perkembangan seni musik Jogja. Mereka sebagai generasi muda yang sadar akan pentingnya persatuan dan kesatuan ingin mengembangkan kreativitas-kreativitas anak muda dalam bermusik sebagai simbolis bahwa “musik dapat membuat satu”.

Lingkar Hitam mengingatkan kita untuk melihat lebih dalam kepada realita yang ada disekeliling kita yang penuh dengan dinamika tanpa harus menanggalkan idealisme yang menjadi ciri pribadi band-band indie. Maka sudah sepatutnya bila mereka secara bersama berusaha untuk memberikan wadah kegiatan yang positif.

Video Event Lingkar Hitam :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s