Potret Jurnalisme Warga Indonesia

HENDERINA A. MARCUS (03516)

Berkembangnya teknologi membawa dampak yang cukup besar bagi perkembangan media komunikasi. Ketika dulu kita hanya bisa mendapatkan informasi melalui media cetak dan media elektronik, kini mulai muncul internet yang disebut sebagai new media. Banyak informasi yang bisa kita dapatkan saat mengakses internet. Tidak hanya itu, fungsi media sebagai hiburan, promosi, dan edukasi pun terpenuhi.

Alasan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi menjadikan internet cepat populer, khususnya di kalangan anak muda. Internet hadir untuk memenuhi kebutuhan mendasar manusia akan informasi. Karena alasan yang demikian pula, mulai bermunculan situs media online. Di Indonesia sendiri diawali dengan detik.com yang sampai sekarang tidak memiliki media konvensional. Kemudian media-media konvensional ikut memanfaatkan internet untuk membuat situs media online, seperti kompas.com, seputar-indonesia.com, liputan6.com, mediaindonesia.com, dll. Mereka menjalankan fungsi pers sebagaimana mestinya, yaitu memberikan informasi.

Selain hadir pers online, muncul pula beberapa situs internet yang memungkinkan para anggotanya untuk menuangkan ide dan pikiran melalui tulisan, seperti blog. Karena kemudahan mengakses, akhirnya banyak yang memasukkan tulisan, pemikiran, dan karyanya ke internet. Sayangnya, banyak orang yang menganggap bahwa semua informasi yang ada di dalamnya adalah benar tanpa mengkajinya lebih dahulu. Blog misalnya, adalah informasi yang sangat subjektif berkaitan dengan opini penulis. Namun demikian, tidak sedikit juga yang memanfaatkan internet untuk menyebarkan kebenaran. Dengan kata lain, mereka berfungsi sebagai pers sekalipun profesinya bukan jurnalis. Inilah yang kemudian disebut sebagai citizen journalism atau jurnalisme warga. Oleh sebab itu, perlu seleksi dari pengguna internet untuk mengambil informasi.

Untuk memilah antara informasi yang sesuai kenyataan dengan opini, maka dibuatlah media yang secara khusus diperuntukkan bagi jurnalisme warga. Hal ini memudahkan pengakses internet untuk mendapatkan informasi yang layak. Siapapun dapat bergabung dan menjadi jurnalis melalui media ini. Salah satu contoh media jurnalisme warga yang berkembang yaitu OhMyNews di Korea Selatan. Indonesia sendiri sudah mengembangkan konsep jurnalisme warga. Dimulai dengan radio yang memberikan kesempatan kepada pendengar memberikan informasi kepada pendengar lain. Saat ini, mulai muncul melalui web di internet, seperti kompasiana.com dan citizen6.liputan6.com. Kedua media ini memberikan kesempatan kepada warga non-jurnalis untuk memberitakan kebenaran kepada massa, baik dalam tulisan, audio maupun video.

Salah satu media jurnalisme warga di Indonesia adalah kompasiana.com. Kompasiana diusulkan oleh Budiarto Shambazy, wartawan senior Kompas. Tanggal 1 September 2008, kompasiana mulai online sebagai blog jurnalis. Namun kemudian berkembang menjadi Social Blog atau blog terbuka bersama para jurnalis harian Kompas dan Kompas Gramedia (KG) serta beberapa penulis tamu dan artis. Akhirnya, kompasiana sebagai social blog diresmikan pada 22 Oktober 2008. Setiap orang dapat memberitakan pesan baik dalam bentuk tulisan (teks), gambar, video, maupun audio. Mereka yang beraktivitas di kompasiana kemudian disebut sebagai kompasianer. Kompasiana juga melibatkan kalangan jurnalis Kompas Gramedia dan para tokoh masyarakat, pengamat serta pakar dari berbagai bidang, keahlian dan disiplin ilmu untuk ikut berbagi informasi, pendapat dan gagasan (dikutip dari http://www.kompasiana.com/about).

Jika ingin mengakses kompasiana, kita tinggal membuka alamat web kompasiana.com. Di halaman awal, kita bisa langsung memilih berita mana yang kita butuhkan. Kompasiana juga sudah membedakannya ke dalam berbagai kolom menurut kategori artikel, misalnya politik, humaniora, ekonomi, hiburan, olahraga, lifestyle, wisata, kesehatan, teknologi, media, fiksi, dll yang memudahkan pembaca untuk mengaksesnya. Jika kita ingin ikut bergabung menjadi penulis kompasiana, maka kita bisa memilih kolom registrasi untuk membuat akun. Proses pembuatannya mudah dan tidak rumit. Begitu selesai, kita bisa langsung mengunduh artikel-artikel yang kita tulis dan diklasifikasikan berdasarkan kategori artikel di atas. Kita juga bisa dengan mudah mencari artikel yang ingin kita baca dengan mengetik keywords di kolom search. Maka secara otomatis artikel yang berhubungan dengan keywords itu akan muncul di halaman awal.

Kompasiana merupakan sebuah media warga yang seluruh isinya dikelola oleh para pengguna akun yang sudah mendaftarkan diri di kompasiana.com (kompasianer). Sedangkan mereka yang tidak mendaftarkan diri, hanya bisa membaca artikel-artikel yang ada tanpa bisa memberikan atau mengomentari tulisan. Walaupun dapat diakses oleh semua orang, kompasiana tetap memiliki aturan-aturan penulisan berkaitan dengan teknis maupun konten yang sudah dijelaskan di dalam web kompasiana dalam kolom tata tertib. Kompasiana berhak mengedit, menghapus, ataupun tidak menayangkan artikel yang sudah diunduh oleh warga. Bahkan admin juga berhak memberi peringatan, menutup, memblokir dan atau menghapus akun di Kompasiana jika dinilai tidak sesuai dengan fungsi web ini. Oleh sebab itu, bagi siapa yang ingin bergabung menjadi kompasianer, harus memenuhi aturan main di kompasiana dan bersedia diedit tulisannya oleh admin kompasiana.

Berhubung media ini adalah media warga yang sebagian besar bukan jurnalis yang mengerti teknik penulisan, kompasiana membantu memberikan gambaran umum tentang bagaimana menulis yang baik dalam kolom ketentuan layanan. Dijelaskan juga tentang kode etik dalam menggunakan akun di kompasiana, sanksi, dan beberapa pasal sanggahan. Walaupun memang hasil penulisan warga tidak sebaik wartawan senior, namun ada editor yang memantau tulisan-tulisan di kompasiana. Selain itu, kompasianer lain juga dapat mengomentari tulisan-tulisan itu dengan mudah dan dapat menjadi koreksi bagi penulis jika tulisannya tidak sesuai aturan. Oleh sebab itu, kontrol dilakukan oleh editor kompasiana dan kompasianer lain.

Kompasiana memungkinkan para kompasianer untuk mengunduh tulisan, komentar, foto, video, maupun audio. Kualitas video, audio, maupun foto yang dihasilkan juga baik apalagi jika didukung dengan akses internet yang baik. Memang kebanyakan kompasianer mengunduh tulisan berupa teks dan foto dibandingkan video maupun audio. Mungkin dikarenakan alasan kemudahan dalam membuatnya. Semua itu adalah hak kompasianer. Kompasiana hanya menyediakan wadah untuk mempermudah anggotanya dalam berkarya. Kompasiana juga menyediakan ruang interaksi dan komunikasi antar anggota. Seperti jejaring sosial yang sudah ada, para kompasianer dapat menjalin pertemanan dan dapat berkomunikasi lewat email, komentar, dan fitur interaktif lainnya.

Berbeda dengan kompasiana yang berangkat dari media cetak (kompas), ada juga media jurnalisme warga yang berangkat dari program news televisi yaitu Liputan 6 SCTV. Mereka memiliki media jurnalisme warga, yaitu citizen6.liputan6.com. Redaksi liputan 6 SCTV menyadari bahwa melihat dari sudut pandang yang berbeda akan memberikan pemahaman lebih mendalam tentang suatu peristiwa. Citizen6 adalah ruang bagi publik di portal berita http://www.liputan6.com untuk ikut terlibat dalam proses mengumpulkan, melaporkan, menganalisis, dan menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar dalam bentuk teks, foto, atau video. “Media untuk Semua” menjadi wadah masyarakat untuk berperan aktif menjadi pewarta berita non-jurnalis (dikutip dari http://citizen6.liputan6.com/tentangcitizen).

Jika kita membuka alamat citizen6.liputan6.com maka kita akan langsung masuk ke halaman awal citizen6. Sedikit berbeda dengan kompasiana, citizen6 tidak mengklasifikasikan berita berdasarkan kategori beritanya (politik, ekonomi, fiksi) tapi berdasarkan aktualitas, misalnya terbaru dan terbanyak dilihat. Selain dari aktualitas, citizen6 juga membedakan berita berdasarkan bentuk beritanya, yaitu video, teks, dan foto. Tampilannya lebih sederhana dan tidak membingungkan. Di halaman awal, tidak terlalu padat sehingga pembaca dapat dengan mudah memilih berita yang ingin mereka akses. Kita juga dapat mencari teks berita, video, maupun foto yang ingin kita lihat dengan cara mengetik keywords pada kolom search. Setelah itu, maka akan dengan mudah kita menemukan berita yang kita butuhkan.

Untuk dapat berpartisipasi dalam jurnalisme warga citizen6, maka kita harus memiliki akun di web ini. Kita dapat mendaftarkan diri pada kolom registrasi dengan syarat minimal 13 tahun. Jika sudah memiliki akun, maka kita sudah tergabung menjadi club6 dan bisa langsung mengirimkan berita. Karena citizen6 berangkat dari sebuah program berita di televisi, maka concern dari web ini memang pada video. Walaupun demikian, ada juga berita dalam bentuk teks dan foto.

Video dan audio mudah diakses oleh pengunjung web citizen6 walaupun kualitas yang dihasilkan tidak sebaik di televisi karena diambil secara amatir dengan alat-alat yang tidak secanggih di TV. Citizen6 juga tidak mengharuskan para anggotanya untuk menghasilkan kualitas teknis yang sempurna karena mereka bukanlah wartawan profesional. Biasanya gambar diambil dengan video HP, handycam, kamera DSLR, atau kamera profesional sekalipun. Ada juga yang mengedit videonya sebelum diupload, tapi ada juga yang mengupload video “mentah” tanpa diedit. Namun demikian, semua berita yang masuk ke web citizen6 sudah melalui proses penyaringan isi yang dilakukan oleh redaksi portal berita http://www.liputan6.com. Proses edit yang dilakukan merujuk pada persyaratan berita dan informasi Citizen6, tanpa mengubah isi dan substansi materi. Seluruh berita dan informasi yang disampaikan publik akan ditampilkan di portal berita http://www.liputan6.com. Materi yang masuk kriteria layak nilai berita seperti menarik, penting, dan aktual dimungkinkan tayang di program berita Liputan 6 SCTV dan dijadikan sumber berita tim portal berita Liputan6.com.

Teks berita ditulis sesuai dengan aturan penulisan berita yang baik dan benar, misalnya dilengkapi dengan judul, lead berita, 5W1H, kutipan wawancara, nama penulis, dan beberapa dilengkapi dengan foto. Sedangkan untuk video, dilengkapi dengan judul, keterangan singkat video, dan nama pengirim. Untuk foto, harus dilengkapi dengan judul, caption foto, dan nama pengirim. Sedikit lebih lengkap dari kompasiana, citizen6 memberikan pemahaman dasar tentang jurnalisme dan berita di dalam kolom Tips di web ini. Misalnya bagaimana membuat berita yang baik seperti memenuhi unsur 5W1H dan bagaimana memisahkan opini pribadi di dalam berita. Citizen6 juga memberikan petunjuk bagaimana cara mengupload teks, video, maupun foto ke dalam web citizen6 sehingga para pengguna dapat dengan mudah mengupload berita.

Sama halnya dengan kompasiana, citizen6 juga memberikan ruang bagi para pengguna web ini untuk saling berinteraksi, yaitu dengan menyediakan kolom komentar di bawah setiap teks berita, foto, maupun video. Sehingga, pengawasan tidak hanya berasal dari admin, tapi juga dari para pembaca. Untuk memberi komentar, kita harus mengisi beberapa data, seperti alamat email, nama, dan security code.

Kehadiran media jurnalisme warga yang memungkinkan warga untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan jurnalistik merupakan hal yang positif. Apalagi jika ada pengawasan dan pelatihan dari para aktivis jurnalitik. Sehingga, walaupun awam dengan peliputan berita, tapi tetap mengerti esensi dari berita, yaitu kebenaran. Dengan demikian, warga dapat berpartisipasi aktif dalam menyebarkan informasi secara mudah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s