Semangat Indie Sineas Muda, Kami Juga Bisa !

Suasana Workshop La lights Indie Movie di Taman Budaya Yogyakarta

oleh Ratih Fitrina KA/0809033634

Sineas muda membutuhkan tempat untuk menyalurkan ide-ide kreatifnya. Dimana tempatnya? L.A Lights Indie Movie siap menampung insan muda berbakat.

Apa itu LA Lights Indie Movie? Ini adalah sebuah event Workshop Film Indie Movie yang di dalamnya terdapat kompetisi sinopsis cerita Film Pendek. Sinopsis yang menang akan diproduksi menjadi Film Pendek dan pemilik sinopsis akan terlibat menjadi kru produksi.

Acara tahunan yang dimulai dari tahun 2007 agaknya mendapat perhatian besar dari masyarakat. Animo mereka dari tahun ke tahun semakin bertambah. Oleh karena itu, ini adalah kelima kalinya event ini diselenggarakan di empat kota di Indonesia. Antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta. Acara ini bertujuan memberikan ruang berkarya bagi sineas muda yang tertarik mendalami dunia perfilman.

Event ini memikat para sineas muda Jogya untuk ikut menyemarakkan program ini. Berkarya dengan semangat independen. Disinilah ajang untuk berkarya gratis karena urusan pendanaan produksi film sudah ditanggung penyelenggara. Peserta dapat terlibat secara profesional. Mereka berkesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan pakar perfilman nasional.

Workshop di Yogyakarta dilaksanakan Pada tanggal 21 Mei 2011, Pukul 10.00 – 16.00. Berlokasi di Taman Budaya Yogyakarta Jalan Sriwedani No.1 Yogyakarta. Para pembicara yang mengisi program ini terdiri dari Desta, Faozan Rizal, Monty Tiwa serta Luna Maya. Menurut keterangan dari Monty Tiwa, Pembicara Workshop, rupanya Jogja memiliki banyak bibit sineas berbakat dan kreatif.

“Kemarin waktu di Bandung antusiasnya luar biasa, dan gak nyangka disini lebih luar biasa lagi. Pesertanya banyak banget, disini lebih banyak. Komunitas film Jogja head to head sama Bandung.”ujar Monty Tiwa kagum. Peserta di Jakarta 600, di Bandung 600, di Jogja mencapai 700 peserta. Dengan rasio penduduk yang jauh lebih besar di Jakarta dapat dilihat bahwa animo masyarakat di Jogja dan Bandung sungguh luar biasa.

Para finalis L.A Lights Indie Movie 2011 akan memproduksi film dengan tema “Love and Passion”. Love diartikan ekspresi cinta dari si pembuat sinopsis. Passion adalah semangat atau gairah sineas muda yang menggelora dituangkan dalam karya yang orisinal dan menarik.

Acara ini memproduksi film dengan cara indie, dengan budget indie dan semangat indie. Apa yang dimaksud indie? Menurut Hanung Bramantyo, Sutradara, Indie adalah kebebasan, bebas atau sadar melakukan sesuatu dengan apa yang dimiliki. Budget indie maksutnya adalah dengan dana sedikit namun menghasilkan karya besar.

Kriteria penilaian pemenang sinopsis adalah menarik dan si pembuat sinopsis memiliki motivasi besar untuk berkarya. Dilihat dari bagaimana mereka presentasi. Dan yang pasti pembuat sinopsis tersebut membuatnya dengan “rasa”. “Walaupun mereka baru pemula tapi mereka punya sense of directing yang besar.” Ujar Luna Maya.

Dari seluruh karya peserta diambil 10 besar sebagai pemenangnya. Yanny Hariati, Mahasiswi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, termasuk orang yang beruntung menjadi salah satu pemenang dalam ajang ini. Ia tidak menyangka sinopsis yang ia buat “asal-asalan” masuk ke 50 besar bahkan menjadi 10 besar dan akan diproduksi bersama artis nasional di Jakarta. “Saya ikut cuma iseng diajak teman, tidak ada persiapan apapun dan semuanya serba kilat. Sinopsisnya saja saya buat cuma 20 menit. Tidak disangka ternyata terpilih menjadi pemenang.”ujar Yanni antusias.

Acara ini memiliki dua jenis program yang dilombakan yaitu program “Film Gue Cara Gue” dan “Bikin Film Bareng Artis”. Kebetulan sinopsisnya menang dalam program Bikin Film Bareng Artis. “Nanti kita bakal ke Jakarta, disana kami seperti magang menjadi kru produksi film. Harapannya saya disana dapat belajar dari orang yang sudah profesional, mendapatkan pengalaman, dan mampu memproduksi film yang bagus.” Tambahnya bersemangat.

“Para peserta diajarkan cara pengambilan gambar, angle, lighting yang benar dan teknis pembuatan film.” Kata Adhi Nugraha, peserta workshop. Menurutnya workshop ini menyenangkan karena ia mendapatkan ilmu gratis. Tapi sayangnya pelatihannya terlalu cepat sehingga ia merasa kurang puas.

Menurut Yugo, Panitia L.A Lights Indie Movie, peserta mayoritas diikuti oleh mahasiswa. Dengan membayar biaya pendaftaran Rp 10.000,00 peserta mendapatkan mug, sketchbook, rokok, korek gas, makan siang, snack dan yang terpenting yaitu ilmu yang bermanfaat bagi sineas muda yang tertarik perfilman.

Ternyata untuk menjadi sutradara film yang bagus tidak perlu lulus kuliah atau menyabet gelar doktor. “Mau lulusan apapun bebas, gak ada patokan, yang penting hanya ulet.” Ujar Monty

Bagi generasi muda yang memiliki semangat besar dan passion. Ajang ini adalah tempat untuk menjaring bakat-bakat pembuat film dari kalangan muda. Dengan dilaksanakan acara ini potensi-potensi generasi muda dapat terasah dengan baik. Diharapkan program ini mampu menjadi wadah bagi sineas muda untuk membuktikan karya mereka dengan semangat independen. The power of youth dapat terlihat dan akhirnya mempengaruhi jagad perfilman Indonesia. Buktikan generasi muda itu bisa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s