Ketika Gelar Sarjana Dipertanyakan?

Nama : Eko Febri Asi Panggabean

NIM    : 08 09 03578

          Pendidikan merupakan sarana yang efektif dalam menerobos sebuah perkembangan ke arah yang positif. Pendidikan akan memberi pengaruh yang baik bagi masyarakat luas pada umumnya, dan khususnya bagi diri sendiri. Oleh sebab itu, tak heran bila kebanyakan orang yang menyadari pentingnya akan pendidikan, dan mereka berlomba-lomba dalam meraih gelar yang tinggi. Tentunya gelar yang didapat tidak diperoleh dengan begitu saja. Serangkaian proses pembelajaran yang diakhiri dengan pembuatan tugas akhir harus dilaluinya. Namun terkadang, banyak orang yang lebih memilih untuk mempercayakannya kepada jasa pembuatan tugas akhir.

           Informasi mengenai jasa pembuatan skripsi ini juga kerap kita lihat dijalan-jalan. Orang yang membuka jasa skripsi, sengaja menempelkan informasi agar gampang dilihat oleh kalangan mahasiswa. Biasanya, mereka menempelkan selebaran di pohon-pohon, tiang listrik, gapura, warnet, fotocopyan, bahkan ada yang membuka usaha secara terbuka dengan memasang spanduk atau pamflet.

        Dalam prosesnya, jasa pemakaian olah data dan skripsi ini sanhgat mudah digunakan. Mereka yang ingin menggunakan jasa ini, hanya memberitahukan apa yang diinginkan, skripsi apa yang dikehendaki. Kemudian sang pemberi jasa akan bertanya kembali, apa yang diketahui mengenai bahasan yang akan dibahas di skripsi yang akan dibuat kelak. Hal ini dilakukan, agar ketika ujian kelak, bisa menjawab pertanyaan yang diberikan dosen penguji. Biaya yang dikeluarkan untuk jasa olah data dan skripsi relatif bervariasi. mulai dari Rp 1.000.0000, hingga 2 jutaan. tergantung tingkat kesulitan, dan pemahaman konsep.

          Ketika berbicara mengenai hukuman, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui apa hukuman apabila menggunakan jasa orang lain. Bisa jadi mahasiswa yang ketahuan dalam aksi jual beli skripsi bisa dikenakan sanksi tidak lulus bahkan di drop out dari universitas yang diampu mahasiswa tersebut. Pengakuan dari salah seorang mahasiswa yang menggunakan jasa skripsi mengatakan, dirinya terpaksa menggunakan jasa ini karena tidak bisa lagi untuk mengerjakan skripsinya dan tidak tahu cara mengolah data. Selain itu, ada seorang mahasiswa yang ketahuan oleh dosen penguji ketika ujian, dan skripsi dari mahasiswa tersebut dirobek dan mahasiswa tersebut harus mengulang skripsinya dari awal lagi. Hal ini sangat disayangkan buat mahasiswa yang menggunakan jasa skripsi. Karena dirinya sama saja mempermainkan dunia pendidikan.

          Begitu juga dengan orang yang menyediakan jasa skripsi. Dirinya mengaku, bahwa jasa yang lakukan hanya untuk membantu orang-orang dan ade tingkatan dalam menyusun skripsi dan mengolah data. Dia tidak takut akan hukuman yang ada. karena baginya, ia hanya membantu saja.

          Tentunya banyak berbagai pro dan kontra yang terjadi dalam fenomena ini. Sebagian kalangan menolak fenomena ini, kerena dianggap tidak sesuai dengan kode etik dunia pendidikan. Namun, adapula berbagai kalangan yang mendukung fenomena ini, demi tercapainya sebuah “GELAR” yang di impikannya. Bagaimanakah fenomena ini terjadi, dan sejauhmanakah fenomena ini memberi damak yang signifikan bagi dunia pendidikan? Lalu, bagaimana pula tanggapan dan respon maysarakat luas terhadap fenomena ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s