Libur Telah Tiba, Hore!

Yogyakarta (25/05/2011) – Salah satu tujuan wisata populer di Jawa Tengah adalah kota Yogyakarta. Banyak keanekaragaman di dalamnya, baik itu pendidikan, kuliner, budaya, dan tujuan pariwisatanya. Liburan sekolah yang terjadi antara Mei sampai Juli memberikan masukan pendapatan pada sektor pariwisata di Yogyakarta.

Salah satu ruas jalan di kawasan Malioboro dipadati oleh turis lokal maupun mancanegara. doc:Anugrah

Menjelang musim libur sekolah, banyak turis baik domestik maupun mancanegara datang ke Yogyakarta. Hal itulah yang menarik minat pendatang untuk bepergian ke kota Gudeg ini. “Di Jawa Tengah yang paling khas itu ya Jogja mas, tempat pariwisata juga banyak” seperti diakui Istiqomah asal Kendal. Banyaknya objek-objek wisata  seperti Taman Sari, Alun – alun, Malioboro, dan lainnya, seakan tidak pernah mati menghiasi pemandangan lalu-lalang turis di Yogyakarta.

 Padatnya jumlah turis memenuhi kota Malioboro sejak pagi hari. Terlihat bis-bis pariwisata pengangkut rombongan pun hilir mudik bergantian parkir di taman parkir Abu Bakar Ali dan di Jl. P Senopati. Kedatangan mereka pun disambut oleh pengayuh becak yang telah bersiap-siap menawarkan jasa mereka. “Kalo naik becak harganya Rp 5000 saja mbak, saya antar sampai ke Malioboro atau Alun-Alun” tukas bapak Tarno (38) seorang tukang becak paguyuban Prasojo bagian BI. Pelancong dapat menggunakan jasa becak ataupun transportasi lain seperti, Trans Jogja, andong, ataupun dapat juga berjalan kaki. Harganya pun cukup murah, bila anda ingin menggunakan transjogja cukup merogoh kocek Rp 3000 saja, sedangkan bila anda naik becak siapkan Rp 5000 – Rp 15.000 untuk berkeliling kawasan malioboro dan sekitarnya.

Paguyuban Becak Prasojo, di tengah-tengah pekerjaan sebagai pengayuh becak. doc:Anugrah

  Musim liburan ini telah mendatangkan banyak rejeki juga, termasuk pada pengayuh becak dan para pedagang di sekitaran Malioboro. Ardi (49) misalnya, seorang pedagang kaos dagadu, “pendapatan lumayan mas, tapi ya gak mesti, kecuali Sabtu atau Minggu, kalo sekedar buat makan ya ada.” Berbeda lagi dengan tanggapan Resa (27) dan Ardi (29) penjaga halte bus Trans Jogja bagian Benteng Vrederburg. “di sini (halte busway-pen) ga terlalu meningkat, kalo Idul Fitri baru banyak yang naik, biasanya mereka (turis-pen) lebih milih Trans Jogja dari pada naik taxi, andong, atau becak, harganya juga ga mahal” tukasnya.

Sampah-sampah harusnya menjadi permasalahan serius di tengah kota pariwisata. doc:Anugrah

Namun, permasalahan yang harus serius dihadapi adalah masalah sampah. Setelah liburan berakhir dan para turis meninggalkan kota, banyak sampah berceceran dimana-mana. Seperti yang terjadi pada taman parkir Jl P Senopati ini, banyak sampah yang berceceran di jalan sehingga membuat pemandangan tak sedap. Untungnya ada petugas kebersihan dan petugas parkir yang bertanggung jawab. “Kalo cuman sampah ya ga ganggu kok mas, kan di sini yang tanggung jawab itu tukang parkir sama tukang bersih-bersih, pemulung juga sering kesini kok” tukas Ardi seorang pedagang kaos dagadu.

            Nah bagaimana liburan anda, apakah anda akan menghabiskannya di Yogyakarta atau tempat-tempat pariwisata lainnya. Persiapkan bawaan dan liburan anda dengan matang. Semoga liburan kali ini menyenangkan. Selamat berlibur, libur telah tiba… (Stefanus Anugrah-03224)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s