Membangun Kebersamaan dengan Otot

Maria Novena Rarahita (03457)

Sehat adalah mahal harganya. Sebuah kenyataan yang sulit dipahami berbagai kalangan masyarakat Indonesia dengan susahnya meluangkan waktu untuk berolahraga dan mengatur pola makan. “Kita belum bisa merasakan apa arti kesehatan itu sebelum kita sakit,” ungkap Yudhis dengan penuh penekanan.

Melakukan aktivitas olah raga dan bersosialisasi bersama di sekitaran daerah Pakualaman. Saling berbagi pengetahuan, hal ini yang selalu menjadi pegangan sekumpulan laki-laki dan perempuan penuh niat dan semangat serta sehat dan berotot. Ketika mereka membagi pengetahuannya, mereka meyakini bahwa mereka akan semakin mendapat pengetahuan lebih dari yang lain. Rutinitas inilah yang menuntut mereka memiliki banyak pengetahuan agar tidak salah langkah.

Ada pepatah yang mengatakan, tak kenal maka tak sayang, inilah Ade Rai seorang atlet binaraga Indonesia asal Bali menjalin persahabatan dengan Yudhistira yang juga seorang atlet binaraga. Kesuksesan tidak membawa mereka bersama. Ade Rai yang lebih dahulu meniti karir, menikmati kesuksesannya terlebih dahulu. Ia memiliki tempat fitnes yang berbasis waralaba, hingga kini ada 10 tempat fitnes bernama “Klub Ade Rai” yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia termasuk Yogyakarta.

Atas nama persahabatan, Yudhistira diberi harga berbeda dengan kolega Ade lainnya untuk mulai bisnis ini. Tahun 2004 hadirlah Klub Ade Rai di Jalan Ki Mangunsarkoro Jogjakarta yang dikelola oleh Yudhistira dan keluarganya. Sebuah tempat yang penuh dengan alat berat, tidak terlalu luas, namun memberi kehangatan bagi yang datang. Melakukan perencanaan penerimaan member, perencanaan pembuatan program latihan, perencanaan sarana dan prasarana, perencanaan anggaran dan perencanaan jadwal kerja yang disusun dengan mengacu pada manajemen Klub Ade Rai Jakarta.

Klub Ade Rai (KLAR) Jogjakarta menjadi sebuah wadah bagi orang-orang yang peduli akan kesehatan tubuhnya. Berlatih, berkumpul, dan berbincang-bincang saat beristirahat, begitulah keseharian mereka yang datang. Tak hanya itu, KLAR menjadi salah satu  tujuan bagi orang yang mau berdiet, karena di tempat itu tersedia berbagai varian menu diet sehat.

KLAR tidak hanya sebuah bisnis belaka. Anggota yang datang dan para pendahulu yang berlatih di KLAR mudah untuk mengakrabkan diri dengan anggota baru, bahkan hanya sekedar menyemangati. “Aku baru 2 minggu latihan disini, betah sama orang-orangnya dan bawaannya semangat terus,” ujar Irene sembari mengusap peluh di keningnya.

Kegiatan tidak terhenti hanya sebatas berlatih lalu pulang, tapi banyak saja anggota yang datang  untuk berlatih dan berbincang-bincang dengan beberapa pembesar nama KLAR. Yudhistira yang kerap disapa Yudhis bersama beberapa temannya selalu merencanakan beberapa kegiatan untuk para anggotanya. Kegiatan rutin yang diadakan KLAR adalah pemilihan Mr. KLAR dengan menilai anggota-anggotanya, melihat keseriusan dan kekonsistenan mereka dalam berlatih.

Apresiasi selalu diberikan pada mereka (anggota KLAR) yang telah meraih prestasi di ranah olahraga fitnes. Misalnya saja, Yaya yang sempat meraih juara 2 dalam ajang Miss Fitnes 2010 mendapatkan apresiasi dalam bentuk syukuran bersama. Masih banyak yang lain, ketika anggota-anggotanya sukses mengikuti ajang olah raga.

Menjalin persaudaraan bersama dengan seluruh anggota. Banyak hal yang mereka lakukan di luar, seperti futsal, syukuran atas kemenangan, syukuran ulang  tahun KLAR, halal bihalal, seminar kecil, dan masih banyak yang lain. Semua agenda yang mereka lakukan tidak lain adalah untuk membina kebersamaan agar KLAR tidak hanya dijadikan sebuah tempat berlatih fitnes biasa, tetapi menjadi wadah untuk berkumpul demi keberhasilan bersama.

“Wah, latihan kakimu kuat ya mas, makanya ikutan futsalnya KLAR aja biar lebih oke,” demikian Radit memperagakan kebiasaannya pada anggota baru. Radit, seorang pembesar KLAR yang pernah memasuki 10 besar dalam ajang L-Men tahun 2007. Begitulah kiranya bagaimana salah satu cara pembesar KLAR dalam pendekatannya dengan anggota baru. “Kalau saya begitu cara pendekatan dengan anggota baru KLAR,” ujarnya dengan sedikit tersipu.

Tidak hanya sekedar bersenang-senang yang mereka bagi dalam komunitasnya. Seminar kecil sering dilakukan KLAR baik ketika Ade Rai sedang di Jogja atau tidak sekalipun. Seminar terakhir yang mereka lakukan adalah membahas mengenai otot kering dan otot basah serta bagaimana mengatur pola pembentukannya. Seminar ini biasa diadakan di ruang kecil, tempat biasa berisi alat-alat cardio agar mudah untuk menggeser alat-alatnya. Ruang dengan luas sekitar 40 meter persegi dengan dikelilingi cermin di temboknya biasa mereka gunakan untuk tempat seminar atau syukuran sekalipun. Namun jika memang seminar yang diadakan besar, maka mereka akan mencari tempat lain untuk mengadakan seminar. Misalnya saja mendatangkan pembicara selain Ade Rai seperti Denny Santoso.

Rutinitas yang mereka lakukan bersama lagi adalah futsal. Setiap hari Rabu di Next Futsal pukul 19.00 WIB mereka melatih otot kaki mereka dengan menggiring bola. Bukanlah kecepatan berlari yang mereka utamakan seperti orang-orang bermain bola pada umumnya, tetapi mereka mengutamakan ketepatan dan kekuatan pada kakinya. Bagaiman tidak? Contohnya saja Yudhis, postur tubuh besar berotot dengan berat 110kg harus menggiring bola dengan kecepatan pemain bola pada umumnya sangat sulit terjadi. Maka disini, semua orang KLAR dengan lari yang tidak cepat namun mereka mengutamakan kekuatan tendangan pada kaki dan ketepatan sasaran.

Komunitas KLAR biasa mengadakan futsal untuk bertanding dengan klub fitnes lain. Jika tidak, mereka bertanding dengan sesama anggota KLAR namun dibagi dengan kelas berat badan. Contohnya saja, kelompok berat 80 ke atas melawan kelompok berat 80 ke bawah. Hanya ada keceriaan, kejailan, serta kepuasan saat mereka bermain futsal. “Pokoknya happy bareng deh dan biar nggak bosan kalau tiap hari harus fitnes, jadi futsal pilihan variasi olahraga kami,” ujar Radit yang menjadi personal trainer di KLAR sekaligus yang mengelola futsal KLAR.

Mendirikan KLAR dengan persahabatan, begitu pula mengelola KLAR selama kurang lebih 7 tahun. Datang dan pergi, semua tidak ada yang tetap. Begitu pula anggota-anggota KLAR yang terus bergantian setiap generasinya. “Sebagai karyawan di KLAR, saya perhatikan memang keakraban mereka berbeda kualitas tiap tahunnya,” lengkap Aris sebagai pekerja yang menjaga dan membersihkan perlengkapan dan peralatan di KLAR.

Anggaplah badan bagus proporsional adalah sebuah bonus karena kita terlebih dahulu sering berolahraga demi kesehatan tubuh. Pembesar KLAR selalu berusaha menanamkan hal penting itu pada semua anggotanya. “Kebanyakan orang kalau mau fitnes hanya sebatas ingin kurus, ingin badan bagus, bla bla bla. Padahal dengan kita berolahraga, makan, dan istirahat teratur, kita akan mendapat bonus bentuk tubuh yang kita inginkan,” ujar Yudhis dengan mengernyitkan alis di keningnya. Ia dan teman-temannya selalu ingin merapkan hal tersebut pada nggota-anggotanya. Namun inilah kenyataan bahwa manusia selalu menginginkan hal yang serba cepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s