Nostalgia Era 80′an Sirkus Barock Kritisi Kondisi Negeri

Nobertha Shinta D . K. (03189)

YOGYAKARTA – Konser SIRKUS BAROCK bertajuk LANGIT MERAH PUTIH diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2011 pada pukul 19.30 semalam bertempat di Taman Budaya Yogyakarta. Kelompok SIRKUS BAROCK yang berpentas dalam formasi yang dibentuk khusus ini adalah Sawung Jabo yang mengajak para musisi muda yang berasal dari berbagai daerah antara lain dari Gayo, Batak, Jawa Timur dan Yogyakarta untuk bergabung. Tur tersebut juga diselenggarakan di 3 kota, yaitu Jakarta, Bandung dan Yogyakarta sebagai kota tur yang terkhir dikunjungi. Pentas ini akan membawakan lagu kelompok yang mana Sawung Jabo pernah bergabung dengan kelompok seperti Kantata, SWAMI, Dalbo, Goro-Goro.

Personil dari konser ini antara lain: Sawung Jabo sebagai vokal utama dan gitar akustik, berserta Toto Tewel (gitar elektrik – akustik), Joel Tampeng (gitar elektrik – vokal latar), Ryan Zanuardy (gitar elektrik), Bagus Mazasupa (kibord – vokal latar), Sinung Glanung (bass – vokal latar), Ucok Hutabarat (biola – vokal latar), Endi Baoque (drum – perkusi), Verri Pramusetyono (bedug – taganing – djembe – rebana), Denny Dumbo (suling – selompret – bonang – djembe – rebana), dan Giana Sudaryono (bonang – rebana – vokal latar). Lagu yang dibawakan tidak saja dibawakan tidak saja bertema kritik sosial juga akan memberi daya hidup, nasionalisme yang pluralis, serta pesan moral.

Tompel Witono selaku Manajer Tur dan Kepala Produksi mengatakan bahwa konser ini begitu menarik antusiasme masyarakat Jogja karena Sirkus Barock sendiri berasal dari Jogjakarta dan itu berarti masyarakat dapat bernostalgia dengan lagu-lagu yang tidak asing di memori pada era 80-an bersama mereka. Diharapkan pula dengan adanya konser ini maka masyarakat dan para petinggi di luar sana dapat lebih berempati dan tergugah hati untuk turut serta memikirkan nasib bangsa yang memprihatinkan ini. Konser ini diadakan sebagai bentuk persembahan seniman yang tak akan berdiam diri dan menutup mata akan semua tragedi anak negeri. Serta sebagai ungkapan keprihatinan dan kesaksian sebagai musisi anak bangsa yang sangat bersimpati serta prihatin terhadap persoalan bangsa yang tak henti mendera serta bencana silih berganti. Tidak hanya bencana  alam yang tak terhindarkan, tapi juga bencana kepemimpinan yang tak berujung, korupsi nepotisme kronis yang menyebabkan pupusnya harapan rakyat akan masa depan yag lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s