Perbandingan Website Kedaulatan Rakyat dan Tribun Jogja

Jonathan (03485)

Keberadaan internet tanpa dipungkiri mempengaruhi banyak ranah yang ada di dunia masa kini. Semua hal diusahakan dikonversi ke dalam bentuk yang dapat diakses melalui internet. Hal ini dilakukan agar smua orang di seluruh dunia dapat mengakses hal tersebut. Tak terkecuali media massa. Semenjak kemunculan internet, media massa konvensional didesak untuk mengkonversi menjadi ke bentuk yang lebih canggih dengan memanfaatkan internet.

Media massa konvensional berlomba-lomba untuk memiliki edisi online sehingga bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Istilah jurnalisme online pun muncul. Divisi jurnalisme online pun dibuat di dalam lembaga media massa yang ada. Adapun karakteristik junalisme online adalah: panjang tulisan tidak dibatasi, namun lebih baik bila tidak terlalu panjang; wartawan dapat langsung mengunggah berita; naskah berita masih dapat diedit; tidak dipengaruhi waktu karena sewaktu-waktu dapat mengunggah berita; berita dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

Yulianti memaparkan ada beberapa ciri dari jurnalisme online. Ciri-ciri berita dalam jurnalisme online adalah:
~ Tulisan yang singkat, padat, dan jelas,
~ Tulisan ringkas yang tidak bertele-tele dan multi-interpretatif,
~ Tulisan terorganisir sehingga pembaca jelas dalam membaca,
~ Tulisan spesifik dengan menggunakan contoh-contoh,
~ Tulisan mudah dicerna,
~ Tulisan bersifat naratif sehingga memikat pembaca,
~ Tulisan bersifat deskriptif dalam menjelaskan sesuatu,
~ Tulisan menyertakan informasi tempat,
~ Tulisan menyentuh,
~ Tulisan yang mampu menciptakan emosi pembacanya,
~ Tulisan yang disertai anekdot,
~ Tulisan tidak panjang,
~ Tulisan menyertakan kutipan.

Foust menyatakan ada beberapa keuntungan dari jurnalisme online. Keuntungannya adalah audiens dapat dengan aktif menggunakannya; berita dapat berdiri sendiri atau tidak terkait dengan berita lain sehingga harus dibaca secara runtut. Berita dapat disimpan dan diakses dengan mudah; pemberitaan bisa disampaikan secara lebih lengkap; pemberitaan dilakukan secara cepat. Pemberitaan dapat dilengkapi dengan media jenis lain; serta audiens dapat dengan aktif menanggapi pemberitaan.
Namun ada pula kelemahan dari jurnalisme online. Salwen memaparkan kelemahan jurnalisme online adalah pemanfaatan jurnalisme online hanya digunakan oleh masyarakat dengan tingkat tertentu. Tidak semua orang dapat menggunakannya. Selain itu, jurnalisme online tidak memiliki kredibilitas. Hal ini dikarenakan semua orang dapat menjadi jurnalis, padahal belum tentu berita yang dibuat mengikuti kaidah dan kode etik yang ada. Tingkat keakuratannya pun juga masih diragukan.

Namun terlepas dari hal-hal tersebut, jurnalisme online menjadi acuan tersendiri dari lembaga media massa di era serba digital ini. Tidak mau tertinggal dari tren jurnalisme online, media lokal pun juga berlomba-lomba untuk memiliki edisi online. Di Yogyakarta sendiri, terdapat beragam media massa lokal. Dalam penelitian sederhana ini, peneliti ingin melihat penggunaan jurnalisme online oleh surat kabar lokal Yogyakarta. Apakah penggunaannya sudah baik?

Berbicara mengenai surat kabar lokal Yogyakarta, maka akan muncul nama Kedaulatan Rakyat. Koran yang terbit sejak 1946 tersebut memang sudah menjadi koran yang paling dikenal di Yogyakarta. Koran tersebut menyediakan berita-berita di Yogyakarta dan sekitarnya. Koran Kedaulatan Rakyat sendiri sudah memiliki edisi online dengan alamat http://www.krjogja.com/. Walau terdapat beragam koran lokal lain di Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat tetap menjadi koran yang berkembang dan dicari oleh warga Yogyakarta.
Baru-baru ini, hadir pula surat kabar lokal baru di Yogyakarta. Tribun Jogja, sebagai koran yang berada dalam Kompas Gramedia Grup, hadir untuk menjadi salah satu alternatif koran di Yogyakarta. Walau baru beberapa minggu, Tribun Jogja sudah memiliki pembacanya tersendiri. Bahkan di Jogja Library, Kedaulatan Rakyat dihentikan masa langganannya dan digantikan dengan Tribun Jogja. Tribun Jogja juga sudah memiliki edisi online dengan alamat http://jogja.tribunnews.com/.
Melihat kedua surat kabar lokal tersebut, peneliti ingin melihat pemanfaatan jurnalisme online dari keduanya. Adapun hasil perbandingan dari berita dalam berita edisi online keduanya adalah:

Kedaulatan Rakyat
Konten: Tulisan terlalu panjang (300-350 kata)
Fungsi: Web mudah digunakan
Navigasi: Navigasi ada
Kualitas Audio/Video: Tidak ada audio/video namun kualitas gambar baik
Interaksi: Sudah menyediakan kolom opini
Tribun Jogja
Konten: Tulisan singkat (150-200 kata)
Fungsi: Web mudah digunakan
Navigasi: Navigasi ada, namun lebih lengkap
Kualitas Audio/Video: Tidak ada audio/video namun kualitas gambar baik
Interaksi: Sudah menyediakan kolom opini

Dari tabel perbandingan di atas, kedua website berita ini sudah baik adanya. Pembedanya adalah dalam muatan berita. Kedaulatan Rakyat versi online masih menyediakan berita yang tidak begitu berbeda dari versi cetaknya. Berita terkesan panjang dan bertele-tele. Deskripsi tidak dilakukan secara lugas, melainkan dengan kata-kata yang sedikit multi interpretatif. Pembaca tidak akan membaca tulisan sampai selesai, melainkan hanya setengah badan berita saja. Tribun Jogja edisi online jauh lebih singkat, pembaca dapat membaca berita sampai selesai dalam waktu yang singkat. Pemberitaan juga lugas sehingga mudah dicerna oleh pembaca.

Kedua website mudah digunakan, hanya Kedaulatan Rakyat versi online memiliki dua alamat yang berbeda, yaitu http://www.krjogja.com/ dan http://www.kr.co.id/. Padahal website http://www.kr.co.id/ sudah tidak dapat digunakan lagi. Namun ketika dicari melalui portal pencarian, alamat website tersebut masih muncul dan dapat dibuka. Tapi navigasi tidak berjalan dan tidak ada konten apapun di dalamnya. Dalam website tersebut tidak ada link ke website yang lebih baru. Dampaknya, apabila ada pengakses baru yang tidak mengetahui alamat website yang baru, maka akan kecewa pada Kedaulatan Rakyat. Berbeda dari Kedaulatan Rakyat, Tribun Jogja hanya memiliki satu website berita.

Navigasi kedua website ini sudah baik, terdapat link berita terkait pada tiap berita. Namun website Tribun Jogja memiliki link yang lebih lengkap daripada Kedaulatan Rakyat. Apabila Kedaulatan Rakyat hanya menyediakan link berita terkait, Tribun Jogja menyediakan link berita terkait, berita populer, dan berita lainnya.

Kedua website ini memang tidak menyediakan media jenis lain, seperti video maupun audio. Namun kualitas gambar dari kedua website berita ini sudah baik adanya. Selain itu, kedua website berita ini juga sudah memberikan kolom opini bagi pembaca yang ingin beropini.

Kesimpulan dari penelitian sederhana ini adalah kedua website berita sudah baik adanya. Namun pemanfaatan dan kualitas website Kedaulatan Rakyat masih ada di bawah website Tribun Jogja. Padahal dari segi media konvesionalnya, Kedaulatan Rakyat jauh lebih lama dalam pendiriannya. Semoga Kedaulatan Rakyat dapat mengembangkan website-nya dengan lebih baik lagi.

Daftar Pustaka

Buku
Foust, James C. 2005. Online Journalism: Principles and Practice of News for the Web. United States of America: Holcomb Hathaway Publisher.
Salwen, B. Michael et al. 2005. Online News and the Public. New Jersey: Lawrence Erlbaum.

Modul
Lily Yulianti dalam Y. Widodo. Modul Jurnalisme Online

Internet
http://jogja.tribunnews.com/
http://jonru.multiply.com
http://www.krjogja.com/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s