MENGENAL LEBIH DEKAT KANTORPOS

Denita br Matondang (03938)

Kemajuan teknologi, ekonomi, sosial dan budaya di Indonesia mempengaruhi intentisitas masyarakat dalam menggunakan jasa kantorpos di Indonesia. Apa yang bisa ditawarakan kantorpos saat ini? Mampukah kantor-kantorpos yang ada di Indonesia tetap melayani publik dan mengeksistesikan diri ditengah semakin majunya perabadan kehidupan masyarakat saat ini?

Kantorpos Pusat Yogyakarta

Jam menunjukkan pukul 11.00 WIB ketika tim atmajaya news mengunjungi kantorpos pusat Yogyakarta yang berlokasi di pusat kota dan tepat pada sumbu Jalan Pangeran Mangkubumi- Maliooro, kemarin. Disambut oleh sapaan ramah dari seorang satpam ketika memasuki ruangan dengan gaya arsitektur indies tim Atmajaya News menyusuri bangunan berlantai dua yang dibangun tahun 1920-an ditemani Ria Puspitasari, Staf Bagian Pemasaran Kantor Pos Pusat Yogyakarta. Ia kemudian menceritakan secara singkat  sejarah PT POS Indonesia. Ia mengatakan bahwa kantorpos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jendral G.W Baron Van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar jawa dan bagi mereka yang datang-pergi ke Negeri Belanda. Sejak saat itulah pelayanan pos telah lahir mengemban peran dan fungsi pelayanan kepada Publik.

Sambil melanjutkan wawacara di dalam bussines room kemudian ia menyodorkan kertas putih berisi sejarah singkat terkait perubahan Status pos Indonesia (persero). Berdasarkan keterangan yang diperoleh bahwa Pos Indonesia sudah mengalami 5 kali perubahan status diantaranya PTT (Post, Telegraph, dan Telephone), PN POSTEL (Perusahaan Negara Pos dan Giro), PN Pos dan Giro (PN Pos Giro), Perum Pos dan Giro, dan sekarang PT Pos Indonesia (persero).

Suasana kantorpos Pusat Yogyakarta

Semakin berkembang dan majunya teknologi, Kantorpos kian mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan infrastruktur jejaring yang dimilikinya dengan mencapai sekitar 24 ribu titik layanan dan menjangkau 100 persen kota/kabupaten, Hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Selain itu, Kantorpos memiliki 3.700 Kantorpos online serta dilengkapi electronik mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid dan terintegrasi. Sisitem kope pos juga diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap daerah di Indonesia mampu diindentifikasi.

Namun bagaimana dengan Keberadaan Kantorpos di Yogyakarta? Saat ini, sebagaimana dikatakan Ria bahwa  terdapat 23 record kantorpos yang terdapat di Yogyakarta dan terdapat tujuh situs website resmi kantorpos Yogyakarta. Selain itu, ada beberapa agen swasta yang menyediakan pelayanan yang sama dengan kantorpos Indonedia seperti JNF dan Kantorpos Bulaksumur milik Gamamulti. Kantorpos waralaba demikian sebutannya. Kantorpos Waralaba ini mulai menjamur di Yogyakarta sekitar tahun 2008 dimana sebelumnya kantorpos tersebut merupakan cabang kantorpos Yogyakarta, namun terjadi merger antara pihak swasta dan pihak negara, hingga akhirnya cabang Kantorpos pun berubah status menjadi Kantorpos Waralaba

Tidak hanya kantorpos cabang, Perguruan Tinggi Poltekpos Bandung yang dulunya dikelola penuh oleh pihak Kantorpos Indonesia  sekarang juga telah dicampur-tangani pihak swasta. Selain itu jurusan yang ditawarakan juga lebih beragam tidak hanya jurusan terkait pelayanan jasa publik. Ria mengatakan bahwa 20 orang lulusan terbaik Poltekpos akan direkrut menjadi karyawan tetap PT Pos Indonesia.

“kantorpos Pusat tetap eksis ya” katanya sambil tersenyum terkait eksistensi Kantorpos Pusat Yogyakarta. hal tersebut karena kantorpos tidak hanya  bergerak dibidang proses pengiriman surat saja. kantorpos juga bekerjasa sama dengan beberapa lembaga lain. salah satu contohnya bekerja sama dengan Pesawat Garuda. Dalam hal ini Kantorpos akan mendistribusikan majalah kabarpos ke seluruh mitra kerja. Sambil menunjukkan tiga macam majalah terbitan Kantorpos ke tim  atmajayanews diantaranya  info pos, Kabarpos dan Merpati pos. Namun majalah infopos dan kabarpos didistribusikan untuk internal seluruh kantorpos di Indonesia. “Malah akibat maraknya media online shop jumlah peningkatan barang semakin tinggi” aku Ria .  Tergantung pelanggan juga ya, kalau mau mengirim barang. Tapi sejauh ini sih pelanggan saya kebanyakan menggunakan jasa Kantorpos. Kecuali kalau mereka minta barang diminta dikirim lebih cepat. Lagian ya harga pengiriman melalui kantorpos kan lebih murah, kata Angel salah satu distributor online shop di Yogyakarta.

Selain itu, Kantorpos biasanya mengadakan program Bakti sosial, seperti memberi bantuan kepada korban yang mengalami amukan Letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.  Kantorpos pusat juga  bekerja sama dengan Perumri untuk mengadakan pameran perangko. “Pameran biasanya dilakukan di Kantorpos Pusat dan di mall-mall yang ada di Yogyakarta” katanya menutup kunjungan kali itu.

Kantorpos Pusat Yogyakarta dalam Peta

BPAD: Fasilitas menuju Keterbukaan Informasi

“Kalo kamu ingin mengenal dunia maka membacalah!”

Pasal 31 ayat 1 UUD 1945 menyatakan hak setiap warna negara atas pendidikan. “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan”. Namun pada kenyataannya biaya pendidikan yang tinggi tetap tidak dapat dijangkau oleh kalangan-kalangan tertentu.

Meskipun begitu, masyarakat yang memang ingin belajar masih memiliki fasilitas lain yang dapat mereka akses. Salah satunya adalah perpustakaan umum. Perpustakaan ini terbuka untuk siapa saja yang ingin menimba ilmu pengetahuan. Hanya menunjukkan kartu identitas, siapa saja dapat menjelajah dunia pengetahuan yang begitu luas.

Perpustakaan Kota Yogyakarta

Yogyakarta memiliki total empat buah perpustakaan serta satu badan arsip. Keempat perpustakaan masing-masing memiliki klasifikasi. Unit JLC (Jogja Library Center)  yang terletak di Malioboro merupakan pusat koran lokal dan nasional. Unit Badran I di Jln.Tentara Rakyat Mataram 4,Yogyakarta menyediakan buku-buku untuk berbagai kategori (umum). Unit TRM I  yang juga terletahk di ln.Tentara Rakyat Mataram menyediakan arsip-arsip. Unit Jogja Study Center (JSC) di Kota Baru khusus menyediakan buku untuk anak-anak, dan yang terakhir unit Badran II yang terletak di Jln.Tentara Rakyat Mataram No.29 Yogyakarta menyediakan koleksi – koleksi langka.

Seperti dikutip dalam website resminya (http://bpadjogja.info/visi-misi-bpad.html, diakses 22 Juni 2012), BPAD (Badan perpustakaan dan Arsip Daerah) Yogyakarta memiliki visi “Terwujudnya Perpustakaan dan Arsip sebagai Sumber Referensi dan Informasi Menuju Masyarakat Pembelajar (Learning Society) di DIY pada tahun 2025”. Visi tersebut diturunkan kedalam lima misi. Salah satunya adalah “Meningkatkan peran perpustakaan menjadi rumah belajar bagi masyarakat untuk meningkatkan kecerdasan dan daya saing”Dengan misi tersebut perpustakaan melayani masyarakat yang datang untuk mencari informasi.

ImageGrafik jumlah pengunjung tahun 2011 menunjukkan jumlah pengunjung terbanyak datang dari kalangan mahasiswa. Pelajar menempati urutan kedua dengan selisih yang cuku jauh. Sementara itu, pengunjung yang tidak membawa identitas institusi pendidikan jauh tertinggal dari segi jumlah. Hanya sepersepuluh dari jumlah pengunjung pelajar. Hal tersebut menunjukkan minat baca kalangan umum atau non pelajar-mahasiswa masih rendah.  Padahal perpustakaan umum didirikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali untuk menimba ilmu.

Paling Sepi dan Jarang dikenal

Diantara lima unit perpustakaan, yang laing kurang  dikenal oleh masyarakat adalah Unit TRM I yang mengurusi arsip. Padahal banyak pengetahuan yang dapat diperoleh dari tempat ini.

Menurut salah seorang pekerjanya, badan arsip ini bertugas mendokumentasikan segalam macam arsip yang dapat dipakai kembali atau memiliki nilai lebih.

“ Arsip dibedakan menjadi dua, yaitu arsip statis dan dinamis,” pekerja yang menolak disebutkan namanya tersebut menjelaskan.

Arsip dinamis masih dibedakan kembali dalam dua kategori, yaitu aktif dan inaktif. Arsip dinamis aktif adalah arsip untuk kegiatan yang memiliki rutinitas berlangsung yang cukup sering,. Sedangkan arsip dinamis inaktif adalah arsip yang kurang lebih berumur satu atau dua tahun setelah masa berlakunya. Ketika arsip dinamis inaktif memiliki nilai lebih maka dia akan dibekukan menjadi arsip statis yang akan disimpan. Namun, ketika nilai arsip tersebut kurang, maka akan dimusnakahkan.

Arsip adalah segala sauatu yang berhubungan dokumentasi seperti surat menyurat. Namun yang disebut sebagai arsip tidak hanya surat atau segala sesuatu yang berbentuk dokumen tertulis saja, namun juga audio serta audiovisual. Bentuk dokumen teks yang disimpan dalam badan arsip untuk dipublikasikan meliputi kebijakan yang dibentuk pemerintah dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, bisa juga foto atau surat-suarat yang mengandung nilai sejarah. Dokumen video yang diarsipkan bisa terdiri atas liputan kegiatan yang diselenggarakan pemerintah.

Arsip dalam analogi yang lebih sederhana sama seperti laporan berlangsungnya suatu kegiatan yang dielenggarakan olh panitia kegiatan. Untuk melancarkan jalannya kegiatan, panitia perlu megjukan proposal serta meproduksi surat-surat tertentu. Untuk pertanggungjawaban atas kegiatan yang dilangsungkan dan hasilnya, maka panitia perlu melaporkan jalannya kegiatan serta membuat laporan pertanggungjawaban di akhir kegiatan. Dalam sisitem pemerintahan, kegiatan yang diselenggarakan kaan lebih besar, namun tetap menuntut kelengkapan arsip yang sama.

Image

Hak akses informasi masih Dibatasi

Konten Unit TRM I yang berisi arsip memang paling berbeda dibandingkan keempat tempat lainnya. Perbedaan lainnya adalah kebebasan mengakses informasi. Badan arsip membatasi akses informasi hanya meliputi arsip-arsip tertentu saja. Sejauh yang dapat ditemukan di badan arsip tersebut, hanyalah arsip mengenai daftar kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, arsip sejarah, serta arsip dokumentasi berjalannya sebuah kegiatan.

Sementara itu, berdasarkan peraturan serta kesepakatan bersama badan arsip tidak membuka arsip yang berkaitan dengan tanah dan bangunan milik personal. Selain itu, badan arsip juga tidak membuka arsip mengenai laporan pertanggungjawaban pemerintah untuk satu tahun jalannya kegiatan pemerintahan. Arsip lain yang juga dirahasiakan adalah arsip anggaran pendapatan dan belanja serta anggaran kegiatan pemerintah.

Keberadaan arsip sebagai suatu bentuk dokumentasi sebenarnya bisa menjadi alat yang cukup efektif dalam mengevaluasi kerja pemerintah. Namun sayang, keternatasan akses masyarakat maupun peneliti untuk informasi tersebut membuat evaluasi terbuka susah untuk dilaksanakan. Sebenarnya melalui keterbukaan arsip informasi tersebut maka masyarakat dapat menganalisa kebobrokan kerja pemerintah agar kepemimpinan selanjutnya tidak jatuh pada lubang yang sama.
Sylvia Dewi Puspitaningtyas (090903836)


Fasilitas Sepeda di Yogyakarta Belum Berfungsi Maksimal

Nanda A.B/03552

Predikat kota sepeda pernah disandang kota Yogyakarta. Namun predikat itu sempat berganti. Pemandangan iring-iringan pengendara sepeda jarang sekali terlihat.

Melihat realitas semacam itu, berawal dari sebuah kepedulian terhadap lingkungan, pada tahun 2008 Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto mempunyai gagasan mengembalikan lagi predikat “Yogyakarta Kota Sepeda”. Maka dibuatlah sebuah gerakan Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe yang artinya sepeda untuk ke sekolah dan bekerja atau biasa disingkat “Sego Segawe”.

Gerakan tersebut mendapat sambutan yang cukup baik dari banyak kalangan masyarakat. Sambutan itu diwujudkan banyak masyarakat Jogja yang menggunakan sepeda sebagai salah satu pilihan transportasi untuk beraktivitas. Untuk mendukung semua itu Pemerintah kota menyediakan fasilitas jalur sepeda, ruang tunggu sepeda, rambu alternatif petunjuk arah, marka sepeda dan tempat parkir sepeda.


Beberapa jalan utama terdapat rambu lalu lintas khusus untuk para pengguna sepeda, misalnya ada rambu penunjuk jalan yang bertuliskan, “Jalan Alternatif Sepeda” dimana, ketika pengguna sepeda lewat jalan alternatif tersebut, pesepeda bisa lebih nyaman karena dengan melewati jalan tersebut pesepeda diberikan alternatif jalan yang tidak begitu ramai dan tidak terlalu berdesakan dengan kendaraan lainnya, seperti motor dan mobil. Di beberapa rambu lampu lalu lintas, juga diberi ruang tunggu sepeda dengan tulisan “Ruang Tunggu Sepeda”, dimana pesepeda diberi ruang tunggu didepan pengguna kendaraan bermotor untuk menunggu lampu menyala hijau.


Namun fasilitas yang diberikan tersebut terkadang malah digunakan bukan pengguna sepeda sendiri. Seperti jalur untuk sepeda, digunakan oleh kendaraan bermotor, buat tempat berjualan para pedagang dan juga digunakan untuk lahan parkiran.

“Fasilitas untuk sepeda masih kurang, seperti contohnya jalur sepeda, memang sudah diberikan jalur sendiri buat pesepeda, tapi terkadang pengguna kendaraan bermotor ngawur mengambil jalur sepeda, sehingga kesannya jalur tersebut tidak ada gunanya”, jelas Septian, salah satu pengguna sepeda
Tidak berbeda dengan Septian, Aldo yang juga hobi bersepeda dan juga ikut komunitas “Bike to Campus” menjelaskan bahwa fasilitas sepeda di Jogja belum sepenuhnya berfungsi maksimal, masih banyak fasilitas untuk sepeda digunakan bukan untuk pesepeda.

“Fasilitas sepeda yang disediakan sebenarnya sudah lengkap, tapi kurang maksimal dalam penerapannya. Jalur sepeda malah dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan, motor dan mobil juga menggukan jalur sepeda yang seharusnya itu hanya khusus buat sepeda saja”, jelasnya.
Dirinya juga berharap peraturan harus diketatkan buat hak-hak pesepeda, dalam artian jalur khusus sepeda benar-benar hanya digunakan untuk sepeda, kendaraan bermotor tidak boleh lewat jalur tersebut.

Sebagaimana dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 62 ayat 1 menjelaskan bahwa pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda. Selanjutnya dalam ayat 2 disebutkan bahwa pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas. (http://b2w-indonesia.or.id/info/baca/pasal_pasal_terkait_sepeda_pada_uu_nomor_22_tahun_2009)

Jalan (Rusak) Milik Kita ?

Aprillio Vincentio Christy Karyadi

090903835Image

Jalan Di depan Kampus Fisip UAJY

 

Jalan Raya merupakan fasilitas yang sangat vital dalam bidang transportasi. Jalan yang baik juga menunjang keamanan dan kenyamanan orang yang menggunakan jalanan. Namun kenyataannya dilingkungan kita sendiri, jalanan sangat sangat berbahaya untuk kita gunakan. Seperti jalan yang ada di lingkungan Babarsari. Terdapat banyak lubang -lubang yang cukup dalam dan sangat membahayakan untuk para pengguna jalan.

Salah Satu Mahasiswa Atmajaya , Regina (19) menjelaskan bahwa ia menjadi salah satu korban dari jalanan rusak yang tidak diurus tersebut, Ia mengatakan bahwa jalanan di Babarsari sangat berbahaya , apalagi ketika malam hari dan saat sedang ramai. Bapak Madyo (56) salah satu warga Tambakbayan, lingkungan di sekitar Babarsari menjelaskan bahwa pihak warga telah mengajukan laporan kepada pemerintah namun masih belum ada tanggapan, sehingga warga harus menambal sendiri jalanan yang rusak tersebut.

Keamanan dan kenyamanan di jalan seharusnya diperhatikan oleh pemerintah karena sangat membahyakan ketika jalan berlubang tersebut terus dibiarkan dan tidak diurus. Usaha warga sekitar patut diberi apresiasi karena dengan kesadarannya berusaha untuk mencegah agar jalanan berlubang ditambal. Namun Aktifitas kendaraan yang cukup tinggi di Babarsari , ditambah lagi masuknya truk menyebabkan Usaha yang dilakukan warga seakan sia-sia saja. Image

 

[ youtube=http://www.youtube.com/watch?v=tKOhZ_DyPa0&feature=plcp ]

Trans Jogja Bagi Masyarakat Jogja

Rosa de Lima Rima C – 090903960


Yogyakarta sebagai salah satu kota wisata memfasilitasi para pengunjung sekaligus masyarakatnya dengan Trans Jogja. Alat transportasi umum yang ada sejak tahun 2008 ini memiliki rute dan halte khusus. Tampaknya pemerintah Jogja mencoba mengadaptasi Trans Jakarta yang ada di ibu kota.

Bus dengan warna khas hijau ini berukuran sedang dan ber-AC. Trans Jogja memiliki rute khusus yang diwakili dengan nomor bus untuk mempermudah. Ada rute 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, 3B, 4A, dan 4B. Rute yang ditempuh mengitari Kota Jogja dan sekitarnya. Trans Jogja memiliki shelter tersendiri sebagai tempat pemberhentian, artinya kita tidak bisa berhenti sembarangan ketika menaiki Trans Jogja. Shelter tempat pemberhentian berada di daerah yang banyak dikunjungi atau setidaknya dekat dengan lokasi-lokasi besar di Jogja.

Sebelum naik Trans Jogja, kita harus membayar terlebih dahulu dan memasukkan kartu (smart card) ke dalam sebuah mesin. Baru setelah itu kita bisa menunggu bus dalam shelter. Untuk umum, tiket single trip seharga Rp. 3000,00. Namun jika sudah berlangganan bisa menggunakan tiket umum berlangganan. Untuk pelajar biayanya lebih murah, karena hanya Rp. 2000,00 sekali jalan.

Petugas Trans Jogja (berbaju merah) melayani pengunjung yang akan membayar dan memasukkan smart card single trip ke dalam mesin

Tidak perlu khawatir jika ingin berkendara dengan Trans Jogja. Di dalam bus ini terdapat seorang petugas yang akan selalu memberi tahu kita apabila sudah sampai di shelter tertentu dan menyebutkan jurusan mana saja yang bisa kita tempuh selanjutnya. Jam beroperasi Trans Jogja mulai Pk. 05.30 – 21.30

Selain menawarkan kelebihan dalam penampilan dan pelayanan, Trans Jogja juga berusaha menerapkan manajemen waktu. Tiap bus Trans Jogja dibuat jadwal kedatangan tertentu, dengan interval lima sampai sepuluh menit. Harapannya agar pengguna bisa mengetahui jadwal kedatangan bus yang mereka tunggu. Namun lama-kelamaan, tampaknya interval tersebut semakin molor atau tidak sesuai jadwalnya lagi.

Pendapat masyarakat

Tri, 61 tahun

 

Minggu, 17 Juni 2012 lalu sedang mengantar cucunya jalan-jalan. Ia mengaku menggunakan Trans Jogja karena lebih nyaman, selain itu cucunya juga suka berkeliling kota menggunakan bus. Jam beroperasi Trans Jogja yang lebih lama ketimbang bus umum lainnya juga menjadi pertimbangan baginya. Apa lagi di hari Minggu bus umum lain jam beroperasinya lebih singkat, padahal ia sering mengajak cucunya jalan-jalan. 

Ela Afianti, 16 tahun

Menggunakan Trans Jogja sebagai sarana transportasi sepulang sekolah walaupun tidak setiap hari. Ia memilih Trans Jogja karena rutenya sudah jelas. Ia menggunakan Trans Jogja dengan jalur dari SMK Karya Rini (shelter De Brito) menuju rumahnya di Paingan (melalui shelter Instiper)

Rute Trans Jogja

Eksistensi Bis Surat Semakin Meredup

Yosephine Dwi Wulan Dhari
090903924

Kapan terakhir kali kamu menulis surat selain surat resmi yang dikirimkan melalui kantor pos atau memasukkan kedalam bis surat?
Pertanyaan itu nampaknya sudah tidak relevan lagi bila ditanyakan pada masa sekarang. Ya, bis surat merupakan saksi bisu dari kejamnya perkembangan teknologi informasi. Dahulu sebelum adanya pesan singkat yang pada ponsel selular, orang – orang selalu berhubungan dengan orang lain atau keluarga, menggunakan surat yang kemudian surat tersebut dikirim melalui bis surat atau langsung ke kantor pos.

kondisi bis surat di depan kantor pos besar jl Malioboro Yogyakarta

Bis surat dalam bahasa Belanda brievenbus ialah tempat atau kotak berwarna oranye dan biasanya ditempatkan dipinggir jalan atau di depan kantor pos. Kotak oranye tersebut berfungsi sebagai tempat untuk memasukkan surat yang akan dikirimkan melalui jasa kantor pos.
Kini kiprah atau eksistensi bis surat semakin tenggelam. Benda oranye yang berada dipinggir jalan ini, sekarang banyak yang tak terawat. Akibat ulah tangan – tangan nakal membuat kondisi bis surat semakin memprihatinkan. Coretan menghiasi benda berwarna oranye ini, tak terkecuali beberapa oknum yang dengan sengaja menempelkan selebaran iklan. Hal tersebut membuat bis surat tak ubahnya seperti reklame bebas pajak.

Bis Surat yang ditempeli iklan dan sticker

Siapa yang menyangka, benda berwarna oranye ini pernah mengalami masa kejayaannya pada era 90an. Tak ada yang meragukan jasanya dulu, saat belum ada Facebook, Twitter, Blackberry Messanger, serta media jejaring lainnya, dialah yang menghubungkan dengan sanak, kerabat, serta kawan yang terpisahkan oleh jarak.
Semenjak kemunculan email, sms, dan perkembangan teknologi informasi menjadikan eksistensi dari bis surat meredup. Orang tak lagi menggunakan surat untuk bertukar informasi hanya dengan pesan singkat dalam hitungan detik pesan tersebut sudah sampai kepada penerimanya dan dengan segera kita dapat menerima feedbacknya.
Diharapkan, PT POS Indonesia membuat suatu inovasi dan mempertahankan bis surat (dengan merawat bis surat yang ada) sebagai suatu sejarah perkembangan komunikasi massa sebelum ditemukannya teknologi. Sehingga generasi mendatang dapat merasakan dan mengetahui bagaimana sensasi menulis dan mengirim surat melalui bis surat. (WLN)

Berikut adalah Peta Lokasi Bis Surat dan  Beberapa Kantor Pos di Yogyakarta

lokasi bis surat dan kantor Pos Gondokusuman

Peta lokasi Kantor Pos Bulaksumur UGM

http://w.soundcloud.com/player/?url=http%3A%2F%2Fapi.soundcloud.com%2Ftracks%2F49844676&show_artwork=true

Pelebaran Jalan Selokan Mataram

FX Okta Indrawan Satriya (090903757)

Yogyakarta – Jalan selokan Mataram menjadi akses ke bebrapa kampus di Yogyakarta. Dari gejayan ke arah timur menjadi akses ke kampus Atmajaya, UPN, STIE YKPN dan STTNAS. Lalu dari arah timur ke barat menjadi akses menuju kampus UNY dan UGM. Tak heran dari pagi sampai malam hari jalan ini selalu ramai.

            Namun keadaan jalannya sangat tidak baik. Terdapat banyak yang lubang di sepanjang Jalan Selokan Mataram. Dari Jalan Gejayan sampai Jalan Seturan Raya. Keadaan ini sangat mengganggu pengguna jalan. Sering terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang rusak. Apalagi jalan selokan mataram sangat sempit.

Musim hujan membuat keadaan jalan selokan Mataram semakin parah. Menurut Riyanto  (49), kalau hujan jalan pasti banyak genangan air. Malam hari sering terjadi kecelakaan. Meski belum ada yang merenggut nyawa, namun keadaan ini sangat membahayakan pengguna jalan.

Namun sekarang para pengguna jalan sudah bisa sedikit lega. Mengingat sejak Senin, 18 Juni 2012 kemarin jembatan yang sempit dan jalan yang rusak sudah mulai diperbaiki.

“Peningkatan jembatan menjadi grade A, jadi nanti lebar jembatan sekitar tujuh meter. Jalannya juga kita lebarkan” ujar Joko (37) selaku pelaksana proyek tersebut, Kamis, (21/6/2012).

Proyek yang diperkirakan akan selesai dalam waktu lima bulan kedepan ini diharapkan bisa rampung maksimal. Tidak ada lobang lagi dan jalan semakin lebar sehingga para pengguna jalan nyaman saat berkendara. (FX Okta)