Jebakan Berbahaya Di Jalan Lintas Timur Sumatera

(070903324)

Image

Truk yang terguling di Jalan Pasir Putih, Pekanbaru (16/6)

 

Pekanbaru (16/6) Bahaya, itulah kata pertama yang muncul saat pertama kali memasuki Jalan Lintas Timur Sumatera.

Setengah jam setelah keluar dari bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dalam perjalanan menuju sebuah kota yang termasuk kedalam propinsi Kepulauan Riau yaitu Tembilahan. Jarak tempuh menuju kota ini sekitar delapan hingga sembilan jam melalui jalan darat. Melewati dua kabupaten yaitu Kerinci dan Rengat.

Tak lama keluar bandara bus yang saya tumpangi sudah berada di jalan antar kabupaten, yaitu jalan Pasir Putih. Disana saya melihat sebuah hal yang menarik namun memprihatinkan. Sebuah truk terlihat terguling di pinggir jalan dan tampaknya belum lama terjadi. Jalan Pasir Putih ini masih masuk dalam wilayah Pekanbaru. Kondisi jalan terlihat sangat memprihatinkan.

Tidak lagi aspal yang ada, melainkan jalan tanah yang bergelombang. Tidak heran apabila ada truk yang terguling. Terlihat sangat brbahaya bagi supir yang kurang waspada. Jalan itu memang menjadi alternatif bagi truk dan angkutan lain yang masuk ataupun keluar dari kota Pekanbaru karena menurut supir bus saya jalan itu menghemat sekitar setengah jam.

Banyak truk-truk besar lalu lalang dengan muatan buah sawit. Memang Pekanbaru dan sekitarnya terkenal sebagai penghasil buah kelapa sawit yang aktif. sekitar sepuluh kilometer bus melewati jalan tanah bergelombang tadi. Tak jarang bus berjalan zig-zag untuk menghindari lubang yang cukup dalam.

Lubang-lubang yang cukup dalam terus menghadang sepanjang perjalanan. Sering kali supir harus mengerem mendadak karena ada lubang ditengah-tengah jalan. Perjalanan menjadi terasa sedikit berat dan tidak nyaman walaupun pemandangan perkebunan kelapa sawit di kiri kanan jalan terasa melambai menyemangati perjalanan.

Jalan Lintas Timur Sumatera ini merupakan jalur yang sangat sibuk. Kendaraan besar terus berlalu-lalang di sepanjang jalan yang membelah pulau Sumatera dari Medan sampai Palembang. Jalur ini memang menjadi pembelah pulau Sumatera dan dijadikan arus angkut barang yang keluar masuk Sumatera. 

Inilah juga yang menjadi salah satu penyebab cepat rusaknya aspal jalan. Kendaraan besar yang banyak melintas. Ditambah lagi kontur tanah yang sebenarnya tidak stabil karena merupakan rawa yang dkeringkan menjadi penyebab yang sangat masuk akal.

Pada malam hari keadaan bertambah berbahaya. Penerangan sepanjang jalan sangat kurang. Saat musim kemarau debu pun membuat jarak pandang semakin berkurang. Tentu ini sangat berbahaya bagi pengguna jalan. Mereka harus mengerahkan energi lebih untuk melewati perjalanan.

Seperti bus yang saya naiki sering kali supir mengerem mendadak karena lubang. Kondisi seperti ini menurut Pak Burhan, supir bus yang saya naiki sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. “Dulu sih ga begini bang, dulu jalan ni bagus tapi gatau lah ni sekarang jadi macam begini mungkin karena banyak truk besar itu lewat”, katanya dengan nada khas.

Memang beberapa kali terlihat ada garis proyek perbaikan jalan di beberapa titik, namun tetap saja menurutnya belum bisa jauh berperan mengurangi lubang di jalan. Dan memang terlihat seperti itu.

Jalan raya yang sejatinya merupakan salah satu fasilitas publik yang sangat penting namun ternyata jalan rusak sangat berbahaya bagi pengguna jalannya. Waktu tempuh pun menjadi lebih lama. Semoga DLLAJR (Dinas Lalu-Lintas Angkutan Jalan Raya) segera bertindak dan memperbaiki keadaan yang ada di jalan Lintas Timur Sumatera ini. (FX)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s