Puskesmas, Riwayatmu Kini

Ditengah semakin mahalnya biaya pelayanan kesehatan dan menjamurnya rumah sakit swasta sampai dengan yang bertaraf internasional, masih ada alternatif  lain bagi masyarakat yang kurang mampu secara finansial untuk tetap mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya yang relatif murah.  Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) ternyata masih bertahan ditengah persaingan bisnis rumah sakit besar yang semakin menjamur di Yogyakarta. Letaknya yang dekat dengan masyarakat dan lebih murahnya biaya pelayanan disana menjadikan Puskesmas masih dikunjungi masyarakat untuk berobat.

Tidak jauh berbeda dengan rumah sakit, pelayanan yang diberikan di Puskesmas pada dasarnya sama saja. Hanya saja, waktu pelayanan di Puskesmas tidak 24 jam penuh seperti di rumah sakit. Fasilitas rawat inap pun tidak ada. Jadi, jika memang penyakit pasien membutuhkan perawatan yang lebih intensif, pasien akhirnya tetap akan dirujuk ke rumah sakit besar di sekitarnya.

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas umum bagi masyarakat yang dibiayai oleh negara. Tujuan pembuatan Puskesmas  adalah untuk menjangkau masyarakat yang berada di daerah, terutama di daerah yang jauh dari perkotaan agar mereka bisa berobat dan memeriksakan diri ketika ada keluhan mengenai kondisi kesehatan mereka.

“Sama saja dengan di rumah sakit atau klink kesehatan lainnya. Di Puskesmas masyarakat bisa memeriksakan kesehatan di berbagai macam poli, misalnya poli umum, poli gigi, bahkan ada bidan yang siap untuk memeriksa ibu hamil, bayi dan balita” kata Sri, salah satu bidan yang bertugas di Puskesmas Pakem, Sleman, Yogyakarta.

Sri juga menambahkan, keterbatasan puskesmas adalah masalah waktu pelayanan. Walaupun biaya murah dan menerima peserta askes (asuransi kesehatan), namun jika masyarakat butuh pelayanan di malam hari misalnya, mereka tidak bisa berobat ke Puskesmas. Minimal mereka memeriksakan kesehatannya di bidan-bidan setempat yang membuka praktek sendiri di rumahnya.Peta Jumlah Puskesmas di Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Keterbatasan lain, di daerah-daera terpencil justru Puskesmas ada yang sudah tidak beroperasi lagi atau bahkan masih beroperasi di bangunan yang kecil dengan fasilitas yang seadanya. Sebut saja dua puskesmas pembantu yang ada di daerah Minomartani, Sleman. Kedua puskesmas ini sepi, bahkan di satu puskesmas jarang sekali ada yang berobat disitu.

“Warga pasti nggak akan mempercayakan kesehatannya ke tangan yang salah. Ya mungkin saja karena melihat fasilitasnya yang kurang lengkap, jadi warga memutuskan untuk sekalian berobat di Rumah Sakit Besar saja” Ujar Sekar, salah seorang warga Minomartani.

Sebagai fasilitas umum bagi masyarakat, ternyata Puskesmas masih bertahan walaupun dalam banyak keterbatasan. Mungkin jika pihak terkait tidak membenahi lagi sarana dan prasarana di Puskesmas-Puskesmas daerah terpencil, warga akan semakin sulit untuk berobat karena biaya kesehatan yang semakin lama semakin melambung.

Anmaria R. Pinta D.

(090903738)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s