JANGAN ABAIKAN TOILET UMUM

LOWINA MINDASARI BR. GINTING / 07 09 03381

 

Yogyakarta (20/6), pukul 20.00 WIB, sepanjang jalan malioboro Km 0 dikerumuni banyak orang yang berlalu-lalang. Banyak aktivitas yang dikerjakan, baik yang menikmati acara di Monumen Serangan 1 Maret 1949 maupun yang hanya sekedar berfoto-foto atau berkumpul. Malam ini lebih ramai bila dibandingkan dengan malam-malam sebelumnya.

Padatnya pengunjung malam itu juga berdampak terhadap toilet umum. Di Jalan Malioboro Km 0, tepatnya di depan Kantor Pos terdapat toilet umum. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin banyak pula pengguna toilet umum tersebut. Adanya toilet umum merupakan salah satu kebutuhan yang penting di daerah yang banyak dikunjungi.

     

 

Menurut Bapak Gito (53 Tahun) toilet di depan kantor pos ini beroprasi mulai dari pukul 09.00 – 24.00 WIB. Pak Gito adalah penjaga toilet umum ini. “Penjaga toilet ini terbagi dua, penjaga pertama mulai dari jam 09.00 – 17.00 WIB, dan penjaga selanjutnya mulai dari 17.00 – 24.00 WIB. Biasanya sampai acara selesai kalau ada acara disini” lanjut pak Gito menjelaskan.

Sebagai penjaga toilet umum ini, banyak pengalaman yang dialami oleh pak Gito. Banyak dari pengguna toilet yang membuang sampah tidak pada tempatnya, akibatnya tidak jarang saluran pembuangannya sumbat.

 

Tidak hanya pak Gito, banyak pengguna yang juga mengeluhkan kebersihan toilet umum ini. Seperti yang dikeluhkan oleh mbak Yani (27 Tahun) seorang pendatang dari Palembang. Menurutnya toilet umum ini tidak terlalu bersih. Lantainya becek, banyak punting rokok yang berserakan. “ Kurang bersih, apalagi westaflenya rusak, enggak bisa digunakan, tapi airnya bersih dan enggak bau seperti toilet umum lainnya” jawabnya. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Jonatan (18 Tahun) seorang mahasiswa. Menurutnya toilet ini agak baud an becek

Pengguna toilet ini biasanya akan diminta biaya suka rela, dimana uang tersebut akan digunakan untuk kebersihan dan perawatan toilet umum ini. Menurut pak Gito, dalam semalam bisa mengumpulkan sekitar Rp. 50.000/malam untuk malam biasa sedangkan untuk malam minggu atau hari besar bisa terkumpul sekitar Rp. 100.000/malam.

Menurut Jonatan (18 tahun), keberadaan toilet umum ini sangat penting. Dengan adanya toilet umum ini pengunjung tidak perlu jauh-jauh mencari toilet. Toilet ini sudah lebih baik dibandingkan toilet umum lainnya. meenurut mbak Yani yang perlu dibenahi adalah memperbaiki westafle dan diperhatikan kebersihannya.

Berikut ini adalah hasil rekaman dengan beberapa penggun toilet umum.

 Wawancara dengan Pak Gito (Penjaga toilet umum) :

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s