Kemerosotan Eksistensi Telepon ‘Koin’

Arwindha Putry Dewantary (090903954)

Sabtu siang (16/6) kondisi jalanan di jalan Yos Sudarso nampak sepi, yang terlihat hanya segerombolan siswa siswi SMP 5 yang pulang sekolah. Tidak jauh dari tempat itu terlihat adanya bilik telepon umum “koin” di depan kantor pusat PT. Telkom. Sekilas saja tampak bilik telepon koin tersebut tidak terawat, kotor, berdebu dan penuh dengan coretan oleh tangan yang tidak bertanggung jawab. Dan benar, setelah didekati telepon koin tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dua dari empat bilik yang disediakan ternyata mati dan bahkan sudah tidak layak digunakan.

Telepon ‘koin’ di Jalan Yos Sudarso Yogyakarta

Menurut informasi penjaga parkir PT. Telkom, sebagai fasilitas umum telepon koin memang sudah jarang digunakan bahkan dalam satu hari tidak mesti ada yang menggunakannya. “sepi mbak sekarang. Paling yang memakai hanya siswa SMP atau SMA dekat sini, selain itu tidak ada”, ujar Sugiyato (55). Bahkan PT. Telkom sendiri sebagai perusahaan telekomunikasi nampak mulai tidak memperhatikan keberadaan telepon koin.

Tetapi siang itu nampak dua lelaki berhenti di depan bilik telepon koin. Salah satu dari mereka nampak memasukkan koin ke dalam telepon dan menggunakannya. Menurut Hadi (24) salah satu pengguna telepon koin, kata “murah” sangat tepat untuk menjawab alasan masih menggunakan telepon umum. “Yang pasti murah mbak. Cukup memasukkan koin 100 rupiah sudah bisa bicara kurang lebih 3 menit” sambungnya. Namun sepertinya kata ‘murah’ sendiri tidak bisa membuat penggunaan telepon koin bisa bertahan.

Pada era multimedia ini perkembangan teknologi semakin pesat. Dimulai dari munculnya mobile phone, smartphone hingga teknologi seperti tablet PC yang dapat digunakan untuk telepon. Semakin maraknya penggunaan teknologi canggih membuat orang kini tidak lagi melirik fasilitas umum yang disediakan oleh pemerintah, seperti yang kerap kita ketahui yaitu telepon umum “koin”. Hal ini menimbulkan keprihatinan, bahwa kini faktanya penggunaan telepon umum sudah menjadi hal yang langka. Bahkan hampir tidak pernah digunakan.

Coretan di bilik Telepon ‘koin’

Mengingat kemajuan perkembangan teknologi yang semakin baik, membuat orang-orang lebih beralih pada teknologi pribadi tanpa harus berbaur dengan fasilitas umum. Hingga kini jarang sekali ditemukan orang yang ingin menelpon tetapi harus pergi ke tempat telepon umum terlebih dahulu. Mobilitas yang tinggi membuat orang-orang enggan untuk beraktivitas yang dirasa kurang membawa keuntungan tersendiri.

Rasa malas dan merasa lebih mudah serta praktis menggunakan mobile phone juga membuat orang tidak ingin bersusah payah mencari telepon umum untuk telepon ke daerah lokal. Apalagi hal ini didukung dengan semakin maraknya kondisi persaingan provider atau yang sering disebut ‘perang provider’. Dimana provider telepon seluler berlomba-lomba memberikan harga yang paling murah kepada penggunanya sehingga pengguna lebih tertarik untuk menggunakan telepon seluler yang praktis dan murah dari pada haru pergi mengunjungi telepon umum di pinggir jalan.

Perubahan ini sungguh terlihat sangat signifikan. Telepon umum yang dahulu menjadi alat komunikasi yang paling banyak diakses oleh masyarakat kini justru ng jawab. agi terawat, berdebu, rusak atau tidak berbunyi, bahkan bilik nya sudah dicoret-coret jarang dan bahkan tidak ada lagi yang berniat untuk menggunakan fasilitas telepon umum. Telepon umum yang di sediakan oleh PT. Telkom pun tidak lagi dipergunakan semestinya.

Kini keberadaan telepon umum sudah tergerus dengan budaya multimedia saat ini dan eksistensinya pun semakin menurun seiring berkembangnya teknologi yang lebih maju. Walaupun masih terlihat beberapa di tempat-tempat umum, sepertinya hal itu tidak diperhatikan lagi dan semata hanya sebagai pelengkap dekorasi kota yang memiliki fasilitas umum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s