Lestarikan Nilai Luhur Perjuangan Pahlawan Indonesia

Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta

Lestarikan Nilai Luhur Perjuangan Pahlawan Indonesia

Oleh I Gede Titah Pratyaksa

090903696.

Murah, meriah, bermanfaat.

Tiga hal di atas bisa kita peroleh jika berkunjung ke salah satu museum yang terletak di titik nol kilometer Kota Yogyakarta ini. Menarik bukan? Di Museum Vredeburg, anda bisa merasakan kentalnya nilai-nilai perjuangan pahlawan bangsa Indonesia ketika masa penjajahan Belanda. Selain tarif masuknya yang murah meriah, anda juga akan disuguhi beberapa fasilitas menarik. Wawasan kita akan sejarah bangsa Indonesia pun sudah pasti akan bertambah setelah mengelilingi museum.

Benteng sederhana

Awalnya Museum Benteng Vredeburg merupakan sebuah benteng yang dibangun dengan keadaan yang masih sangat sederhana. Temboknya pun terbuat dari tanah yang diperkuat dengan tiang-tiang penyangga dari kayu pohon kelapa dan aren. Sedangkan bangunan di dalamnya terdiri atas bambu dan kayu, bahkan atapnya hanyalah berhiaskan ilalang. Museum ini dibangun dengan bentuk bujursangkar, yang dikeempat sudutnya dibuat tempat penjagaan yang disebut seleka atau bastion.

Seiring berjalannya waktu, kini benteng yang awalnya dimiliki oleh Belanda ini telah menjadi milik RI pada tahun 1945 – 1977. Sebelumnya pada tahun 1948 sempat diambil alih sementara oleh Belanda pada waktu agresi Belanda ke II, dan kemudian setelah adanya Serangan Umum 1 Maret 1949, benteng ini berada di bawah pengelolaan APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia).

Selanjutnya, pada tahun 1992 – sampai sekarang, berdasarkan SK Mendikbud RI Prof Dr Fuad Hasan No. 0475/0/1992 tanggal 23 November 1992, secara resmi Benteng Vredeburg menjadi museum khusus perjuangan nasional dengan nama Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Museum klasik ini menempati tanah seluas 22.480 m2, sedangkan luas bangunan yang ada di kompleks benteng vredeburg adalah 8. 483 m2.

Tarif Murah Meriah

Dengan latar belakang sejarah yang sarat akan nilai-nilai perjuangan pahlawan, keberadaan Museum Benteng Vredeburg mempunyai makna yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Apalagi didukung dengan tarif masuk yang murah meriah, anda akan mendapatkan pelajaran yang tak ternilai harganya. Adapun tarifnya yakni untuk anak-anak Rp 1000,-/orang, dewasa Rp 2000,-/orang, wisatawan mancanegara dewasa dan anak-anak hanya Rp 10000,-/orang.

Di museum ini, anda bisa melihat berbagai macam jenis peninggalan bersejarah yang ditinggalkan oleh Belanda, salah satunya adalah koleksi realia. Koleksi ini merupakan koleksi benda (material) yang benar-benar nyata bukan tiruan dan berperan langsung dalam suatu proses terjadinya peristiwa sejarah. Misalnya peralatan rumah tangga, senjata, naskah, pakaian, dan peralatan dapur.

Terdapat pula koleksi foto, replika, lukisan dan atau benda hasil visualisasi lainnya. Jika anda ingin lebih jauh menyaksikan bagaimana proses terbentuknya Negara Indonesia, anda bisa berkeliling di empat minirama, di mana secara keseluruhan minirama tersebut menampilkan perang diponegoro (diorama 1), peristiwa proklamasi atau awal kemerdekaan sampai dengan  Agresi Militer (diorama 2), terjadinya perjanjian Renville sampai dengan pengakuan  kedaulatan RIS (diorama 3), dan peristiwa sejarah  periode  Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai Masa Orde Baru (diorama 4).

Selain tempatnya yang selalu dirawat dan dibersihkan, di Museum Benteng Vredeburg terdapat berbagai fasilitas yang menarik, mulai dari free hotspot, toilet, patung patung pejuang yang ditempatkan di beberapa titik di dalam museum serta tempat duduk bagi anda yang telah lelah setelah berkeliling melihat isi museum.

Bagi anda yang akan menggelar acara formal, di sini juga disediakan ruangan, seperti ruang rapat, seminar, ceramah/diskusi, lokakarya, pameran (seni, budaya dan ilmu pengetahuan), serta ruang audio visual (untuk rombongan). Bagi umat muslim, museum menyediakan mushola untuk beribadah, lengkap dengan kantin serta guest house.

Ingin membaca? Jangan khawatir, museum Benteng Vredeburg juga menyediakan perpustakaan yang berisi bermacam-macam buku dari berbagai disiplin ilmu. Ditambah lagi dengan adanya wisata sepeda ontel dan souvenir khas Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta tentu akan semakin melengkapi kepuasan anda selama menikmati isi museum.

Pameran Keliling

Sebagai bentuk kepeduliannya kepada sejarah Indonesia, Museum Benteng Vredeburg sering mengadakan berbagai kegiatan, diantaranya pameran keliling di Yogyakarta baik itu ke daerah Sleman, Kulonprogo, Bantul, Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta.

Ada juga pameran khusus, yang mana Museum Benteng Vredeburg bekerja sama dengan museum sejarah di Indonesia berkeliling hingga ke seluruh wilayah di Indonesia. Menurut Humas Museum Benteng Vredeburg, Muri Kurniawati, baik pameran keliling sering diadakan, dan pameran khusus rutin diadakan tiap setahun sekali.

”Adapun tujuan pameran ini tak lain adalah memperkenalkan dan mengingatkan kembali sejarah Indonesia yang adiluhung kepada masyarakat Indonesia,” ungkapnya.

Menurut Muri, pada tahun 2011, pihaknya telah melakukan revitalisasi museum, diantaranya renovasi diorama 1 dan diorama 2, penataan kembali taman-tamannya, penambahan tempat duduk dan penambahan patung-patung para pejuang  di dalam museum, serta penambahan koleksi museum. Kini, pada tahun 2012, pihaknya melakukan renovasi terhadap diorama 3.

Jika anda tertarik untuk mengunjungi Museum Benteng Vredeburg, anda bisa mengunjunginya dari hari selasa hingga minggu jam 08.00 WIB – 16.00 WIB, sedangkan pada hari libur nasional museum ini tetap dibuka untuk umum. Khusus untuk hari senin museum ini ditutup karena pihak museum melakukan konservasi rutin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s