PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI PADA KORIDOR JALAN MALIOBORO

PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI PADA KORIDOR JALAN MALIOBORO

         PRIHARTANTO DWI SAPUTRA

         090903698

   Koridor jalan merupakan suatu lorong ataupun penggal jalan yang menghubungkan satu kawasan dengan    kawasan lain dan menpunyai batasan fisik satu lapis bangunan dari jalan. Dalam koridor jalan terdapat jalur pejalan kaki atau pedestrian yang terletak disisi kanan dan kiri jala nyang berfungsi sebagai jalur untuk berjalan kaki. Jalur pejalan kaki atau pedestrian ways tidak bisa lepas dari karakteristik aktifitas atau fungsi guna lahan dan bangunan yang ada di atasnya serta faktor kelengkapan dan kondisi elemen–elemen pendukung (street furniture).

      Koridor Jalan Malioboro merupakan salah satu koridor jalan penunjang kehidupan sosial dan ekonomi di Kota Yogyakarta. Kondisi ini ditandai dengan mobilitas dan aktifitas yang cukup tinggi dilihat dari adanya bermacam–macam aktifitas atau kegiatan di koridor Jalan Malioboro. Aktivitas yang terdapat di koridor jalan ini meliputi: perkantoran, perdagangan dan jasa, wisata serta sosial budaya. Jalur pejalan kaki yang pada awalnya sangat harmonis dengan para pejalan kaki beserta fasilitas-fasilitasnya kini telah banyak berubah. Fasilitas yang ada seperti tempat duduk saat ini digunakan sebagai sarana berdagang bagi PKL. Lebar trotoar di dalam arcade umumnya 11 tegel (3.3 meter) dengan adanya pedagang kaki lima yang menempati trotoar maka jalur pejalan kaki menjadi 5 tegel (1.5 meter).

     Permasalahan muncul seiring berkembangnya waktu, koridor jalan yang semula selaras dengan budaya dan tampak asri dengan rimbunan pohon di tepi jalan menjadi sulit ditemui. Koridor jalan yang pada awalnya sangat harmonis dengan para pejalan kaki beserta fasilitas-fasilitasnya ini kini telah banyak beralihfungsi di mana fasilitas yang ada seperti tempat duduk yang ada saat ini digunakan sebagai sarana berdagang bagi PKL dan lahan parkir kendaraan bermotor.

       Koridor Jalan Malioboro pada awalnya adalah komersial area dengan konsep walking area dengan menitikberatkan pejalan kaki sebagai sasaran konsep.Namun pada akhirnya konsep komersial yang lebih dominan sehingga menyebabkan kenyamanan pejalan kaki berkurang diakibatkan oleh aktifitas koridor Jalan Malioboro yang cukup padat, parkir-parkir liar yang menempati trotoar yang ada di koridor Jalan Malioboro dan penggunaan trotoar sebagai lahan perdagangan pedagang kaki lima, selain itu juga kurangnya fasilitas–fasilitas pendukung bagi pejalan kaki seperti tempat duduk untuk istirahat, toilet, papan petunjuk di koridor Jalan Malioboro. Menyebabkan berkurangnya intensitas kenyamanan pejalan kaki di koridor Jalan Malioboro.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s