Perpustakaan, ‘Gudang Ilmu’ yang menjadi ‘Gudang’

 

Charissa Olivia Ananda (0909 03868)
Perpustakaan; Gudang Ilmu yang menjadi Gudang

Seiring dengan maju nya tekhnologi dan tinggi nya mobilitas masyarakat, sekarang sudah banyak diciptakan alat-alat untuk memudahkan kebutuhan masyarakat, salah satunya dalam hal edukasi. Dalam dunia edukasi, buku merupakan salah satu hal pokok dalam belajar. Munurut definisi Kamus besar Bahasa Indonesiam buku adalah “lembar kertas yg berjilid, berisi tulisan atau kosong; kitab”.
Perpustakaan, tempat, gedung, ruang yg disediakan untuk pemeliharaan dan penggunaan koleksi buku dsb; koleksi buku, majalah, dan bahan kepustakaan lainnya yg disimpan untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan.
Selain itu, internet yang telah berkembang kini memanjakan masyarakat dengan banyaknya search engine untuk mencari apa saja yang kita ingin ketahui , bahkan banyak juga tersedia buku online. Dengan tekhnologi yang baru pula, telah diciptakan e-book atau buku elektronik yang dapat diunduh dari internet ke dalam smart phone. Hal-hal seperti itu banyak menurunkan jumlah pengunjung perpustakaan.

Yogyakarta, dari dahulu sampai sekarang masih dikenal sebagai “Kota Pelajar”. Banyak orangtua dari luar kota maupun luar pulau, jauh-jauh mensekolahkan putra-putri mereka ke Jogja untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik serta lingkungan pendidikan yang terjamin pula. Salah satu perpustakaan di Yogyakarta ini adalah Yayasan Perpustakaan Hatta yang terletak di Jalan Laksda Adi Sucipto.

Dahulu sekitar tahun 80-90an, Perpustakaan ini pernah menjadi mengkalnya para aktifis , budayawan, sastrawan, dan pekerja budaya sebagai ruang dialog pembebasan pada kuasa rejim Orde Baru yang otoriter, namun sekarang terlihat begitu kumuh, dan sangat tidak terawatt. Rumput ilalang dan rumput liar banyak dibiarkan tumbuh begitu saja baik di depan maupun di belakang gedung Perpustakaan. Begitu juga dengan kondisi gedung nya, atap bangunan itu sudah rapuh,dan di bagian belakang bangunan terdapat banyak bangku-bangku yang sudah tak layak pakai.
Berada di tengah-tengah kota, tak membuat bangunan ini menjadi ramai dikunjungi masyarakat. Padahal, Perpustakaan ini terletak di depan Gedung Wanitama, dan berdekatan dengan SMA Swasta serta Mall yang berada tak jauh dari situ. Saat malam tiba pun, kondisi bangunan ini sudah hamper tidak terklihat karena banyaknya warung makan yang berada di depan bangunan ini.
Yayasan Perpustakan Hatta mulai tanggal 15 Juli 2006 telah tertutup untuk umum. Meski dipindahalihkan buku-bukunya ke perpustakaan Universitas Gajah Mada, entah mengapa tak ada suara-suara protes atau kritik yang menyapa mengapa Yayasan Perpustakaan Hatta yang telah menghidupkan denyut peradaban Yogyakarta ini harus ditutup. Bahkan dari puterinya sendiri yang saat ini telah menjabat sebagai menteri pemberdayaan perempuan, Meutia Hatta.
Sekarang, perpustakaan itu telah benar-benar beralih fungsi menjadi Gudang dari Universitas Gadjah Mada. Menurut salah satu guru dai sekolah swasta, Ery ,”Sangat disayangkan sekali yah, perpustakaan warisan dari Bung hatta itu udah jadi gudang seperti itu. padahal, gedung itu merupakan gedung bersejarah dan sudah ada dari lama sekali, amat disayangkan harus menjadi seperti itu.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s