Polisi Tidur Tidak Perlu Berlebihan

Tutut Lestari   (09093962)

Alat pembatas kecepatan atau sering disebut sebagai polisi tidur banyak dijumpai di beberapa ruas jalan. Alat pembatas kecepatan tersebut merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas yang dibuat untuk mengurangi kecepatan kendaraan ketika melintas. Pembuatan dan spesifikasi alat pembatas kecepatan diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan nomor 3 tahun 1994. Di dalam peraturan tersebut diatur mengenai bentuk, bahan, serta penempatan alat pembatas jalan agar fungsinya sesuai.

Salah satu kawasan yang terkenal dengan polisi tidur-nya adalah kawasan Pogung, yang meliputi Pogung Rejo, Pogung Kidul, dan Pogung Dalangan. Kawasan ini terletak di wilayah Kecamatan Mlati, di sebelah utara Kampus Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Pogung menjadi kampung bagi mahasiswa yang sebagian besar berkuliah di UGM. Banyak dijumpai kost-kostan dan sejenisnya di kawasan ini, sama banyaknya dengan warung makan, laundry, dan rental computer. Aktivitas di Pogung tidak pernah mati. Hampir selama 24 jam ada saja orang beraktivitas di sini. Jam berapapun orang melintas pasti akan berpapasan dengan rombongan kendaraan bermotor, baik yang melaju ke arah Pogung, maupun yang keluar dari Pogung.

Lalu lintas yang ramai di jalanan yang sempit, ditambah aktivitas orang di kanan dan kiri jalan membuat masyarakat setempat merasa memerlukan polisi tidur untuk mengurangi resiko kecelakaan di jalanan. Hanya saja sayang, tampaknya di dalam pembuatannya, polisi tidur di kawasan ini tidak mengikuti ketentuan yang diatur dalam undang-undang. Di lapangan, banyak dijumpai polisi tidur yang tingginya melebihi spesifikasi yang ditentukan. Selain itu, meskipun tidak tertulis secara jelas di dalam peraturan, jarak antar polisi tidur di beberapa ruas jalan sangat berdekatan.

Jalanan di Pogung memang merupakan jalan lingkungan. Itu artinya, sesuai ketentuan yang berlaku tidak masalah untuk membuat alat pembatas kecepatan di jalan tersebut. Masyarakat juga membutuhkan alat pembatas kecepatan. Tentunya masyarakat setempat ingin merasa nyaman dan aman beraktivitas di lingkungannya sendiri. Apalagi banyak mahasiswa yang bermukim di situ agak ugal-ugalan ketika berkendara, entah karena terburu-buru masuk kuliah, atau karena pikiran yang sedang kacau. Tanpa alat pembatas kecepatan, perilaku ugal-ugalan itu akan membahayakan keselamatan warga. Namun sekali lagi, pemasangan alat pembatas kecepatan tersebut tidak perlu “lebay” alias berlebihan.

Jarak antar polisi tidur yang berdekatan membuat orang yang berkendara serasa menaiki punggung kuda. Belum lagi tinggi polisi tidur yang sering membuat beberapa jenis kendaraan “nyangkut”. Keberadaan polisi tidur yang berdekatan, yang dalam jarak seratus meter bisa dijumpai lima polisi tidur, tanpa dilengkapi sistem drainase yang baik juga menyebabkan jalan cepat rusak. Keberadaan polisi tidur menjadi bendungan bagi air hujan sehingga pada musim penghujan banyak ruas jalan tergenang di kawasan ini. Hal itu menyebabkan jalan cepat rusak. Niat baik untuk melindungi warga justru merepotkan warga sendiri, yang setiap tahunnya harus kerja bakti untuk memperbaiki jalan.

Inilah rasanya yang harus jadi perhatian. Pengguna jalan sendiri, daripada capai mengeluh mengenai kondisi jalan akan lebih baik juga ikut menyadari bahwa jalanan di situ merupakan milik bersama. Artinya ketika melintas di jalan-jalan permukiman seperti itu harus menjaga etika. Sementara warga juga sebaiknya mengurangi jumlah polisi tidur di Pogung. Selain menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengendara, polisi tidur yang terlalu lebay akan membuat jalanan menjadi cepat rusak karena sering tergenang. Mungkin harus ada tindakan tegas dari Dinas Perhubungan terkait masalah ini demi kenyamanan bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s