Berjalan ke Candi Gebang

Oleh : Nicolaus Prama / 100904108

Ada beberapa orang yang menyebut Sleman sebagai “Kota Seribu Candi”. Sebutan ini bukan tanpa alasan, karena ada banyak candi yang tersebar di wilayah Kabupaten Sleman. Bila ingin mengunjungi seluruh candi yang berada di wilayah Sleman maka anda perlu meluangkan waktu lebih dari satu hari. Kecuali hanya ingin berkunjung tanpa menikmati keindahan masing – masing candi dan hanya menunjukkan batang hidung serta tiket retribusi yang akan diterima.

Dari sekian banyak candi yang berada di wilayah Sleman, ada sebuah candi yang masih misterius keberadaan dan sejarahnya. Candi tersebut terletah di daerah utara Condong Catur. Candi ini bernama Candi Gebang.

ImageCandi Gebang dapat ditempuh dengan rute yang tidak mudah. Selain karena letaknya yang berada di tengah – tengah pedesaan, akses menuju Candi Gebang juga tidak dapat disamakan dengan akses menuju candi – candi lain yang telah dikenal oleh banyak pihak.

Perjalanan menuju ke Candi Gebang dapat dengan menggunakan jasa ojek yang berada di Pasar Condong Catur dan membayar biaya transportasi sesuai dengan kesepakatan. Bisa pula menuju Candi Gebang dengan cara sendiri, bila dari Pasar Condong Catur cukup berjalan ke arah utara sekitar 5 km atau setelah menemukan perempatan perumahan Candi Gebang silahkan mengambil ke selatan. Setelah anda berbelok ke selatan silahkan berjalan dengan perlahan, karena penanda keberadaan candi berada di sisi bahu kanan jalan.

Bila sudah menemukan tanda tersebut silahkan mengambil ke kanan dan masuk ke dalam jalan yang telah ditunjukkan. Bila menemukan jalan yang penuh dengan rumah – rumah, tak perlu merasa takut atau salah, karena letak Candi Gebang memang berada di tengah – tengah pemukiman warga. Setelah memasuki jalan, ikutilah tanda keberadaan Candi Gebang tersebut, maka setelah melewati banyak jalan setapak, rumah warga, dan sawah – sawah maka akan menemukan pintu masuk Candi GeImagebang.

Di pagi yang sejuk dengan angin yang sepoi – sepoi saya berkunjung ke Candi Gebang ini. Nama “Gebang” diambli karena lokasi candi yang berada di Desa Gebang. Perjalanan menuju kawasan candi mengingatkan pada suasana desa yang jarang ditemui di daerah pemukiman yang padat penduduk. Di kanan kiri jalan tampak anak – anak sedang menikmati hari – hari bermainnya. Di dekat kawasan candi bahkan ada lapangan futsal mini yang beralaskan tanah yang telah dirapikan.

Penjaga candi, Amir menuturkan banyak perubahan positif yang sedang dibangun di kawasan Candi Gebang akhir – akhir ini,

Bila mengunjungi kawasan candi ini tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam, biaya retribusi yang ditetapkan di kawasan tersebut sebesar 2 ribu rupiah untuk dewasa dan seribu rupiah untuk usia anak – anak. Di kawasan ini tampak sebuah candi yang berdiri megah tepat di tengah – tengahnya. Di sekitar Candi Gebang sepanjang mata memandang hanyalah sawah yang bertebaran. Namun bila melihat ke sisi timur candi akan menemukan sebuah bangunan besar berwarna biru. Itulah stadion Maguwoharjo, stadion kebanggaan masyarakat Sleman dan klub sepakbola PSS Sleman.

Penjaga candi, Amir menuturkan banyak perubahan positif yang sedang dibangun di kawasan Candi Gebang akhir – akhir ini,

“Pagar, jalan yang dikonblok, hingga rumput – rumput di sini terhitung masih baru mas. Paling lama adalah pagar yang dibangun sekitar tahun 2011. Sedangkan tanaman – tanaman penghias baru ada sejak 2012 lalu.”

Candi Gebang memang terletak di daerah yang cukup terpencil. Namun siapa sangka, setiap hari Minggu Legi (pasaran legi) banyak umat Hindhu yang datang untuk berdoa di candi ini.

“Kawasan ini memang tertutup di malam hari, tapi untuk upacara keagamaan adalah pengecualian yang sudah dilakukan sejak dulu” cerita Amir.

Tak hanya umat Hindhu, warga sekitar yang memiliki kepercayaan yang berbeda juga kerap datang ke Candi Gebang untuk mengadakan ritual tertentu.

“ketika misalnya ada hajatan atau wayangan semalam suntuk biasanya ada beberapa warga yang datang kemari untuk menghaturkan sesaji agar cuaca tetap bersahabat” tambah Amir.Image

“ketika misalnya ada hajatan atau wayangan semalam suntuk biasanya ada beberapa warga yang datang kemari untuk menghaturkan sesaji agar cuaca tetap bersahabat” tambah Amir.

Meski Candi Gebang adalah candi Hindhu, namun budaya yang telah mengakar di masyarakat mampu menembus batas – batas agama. Keberagaman budaya, agama, dan suku mampu menghasilkan nilai baru yang hanya bisa dipahami dan diresapi oleh masyarakat Indonesia yang notabene memiliki banyak perbedaan. Sebagai bagian dari cagar budaya dan terbuka untuk umum, Candi Gebang tidak terlalu populer. Di hari – hari biasa, bahkan hari libur frekuensi pengunjung terbilang sedikit dan tidak menentu. Lokasi menjadi penyebab utama pengunjung yang jarang – jarang tersebut. Warga sekitarpun jarang berkunjung ke kawasan Candi Gebang ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s