Museum “Sisa Hartaku”

Oleh :

Eka Juliana / 100904045

Image

 (peta Kabupaten Sleman)

Image

Ini merupakan bangunan rumah milik anak Ibu Wati yang terkena dampak erupsi Merapi di kawasan Kaliadem pada tahun 2010 silam. Tampak semuanya hancur, kecuali tembok yang masih berdiri tegak dan kokoh. Bangunan ini memang sudah lama tidak dihuni semenjak kejadian 3 tahun lalu. Semua anggota keluarga kini mengungsi di pengungsian dekat lapangan golf Merapi.

 

 

Image

Namun begitu, saat ini bangunan tersebut telah diberi atap agar terlindung dari sengat matahari. Bangunan ini sekarang beralih fungsi menjadi sebuah museum yang ramai dikunjungi oleh para wisatawan yang kebanyakan berasal dari luar daerah Yogyakarta. Bentuk dan isi museum ini sangat berbeda dengan museum pada umumnya. Museum ini memuat semua barang-barang milik Ibu Wati dan keluarganya. Menurut Ibu Wati, pendirian museum ini awalnya hanya diketahui oleh orang-orang terdekat. Mereka yang berkunjung ke sana lalu mengabadikan foto kemudian mengunggahnya dalam sosial media. Sejak saat itu, museum ini dibanjiri banyak pengunjung yang berasal dari luar Yogyakarta.

“Nggak sengaja mau buat museum, awalnya Cuma untuk anak cucu. Biar tahu kalau dulu ada erupsi Merapi dan ini dampaknya. Jadi ada buktinya dari erupsi itu yang masih bisa dilihat sama cucu-cucu saya kalau mereka sudah besar”, ujar Ibu Wati.

Beberapa benda peninggalan seperti yang tertulis pada gambar di bawah ini dapat kita temui di museum ini. Menurut Ibu Wati, barang-barang tersebut ditemukan disekitar rumah. Barang itu kemudian dikumpulkan dan sekarang menjadi icon dalam museum ini. Rumah yang tampak pada gambar ini sebenarnya rumah milik anak Ibu Wati. Rumah Ibu Wati berada tepat di belakang rumah anaknya. Namun sayang, rumah itu hancur tak bersisa.

Image

Sehari-harinya, Ibu wati beserta salah satu anak perempuannya naik dari tempat pengungsian menuju rumahnya. Ketika berbincang-bincang Ibu Wati menuturkan, biasanya pukul 07.00 beliau dan putrinya sudah berada di atas. Tepat di sebelah rumahnya yang sekarang dijadikan museum, putrid Ibu Wati berjualan makanan dan minuman. Ketika sore tiba, mereka akan berkemas-kemas dan turun lagi ke barak pengungsian.

Museum ini berada jauh dari pusat kota di Yogyakarta. Jalan yang ditempuh untuk dapat sampai ke tempat ini juga tidak semulus jalan di kota. Kerikil-kerikil kecil dan banyaknya lubang menemani perjalanan kita untuk sampai di museum ini. Para wisatawan yang berkunjung ke museum ini biasanya menggunakan mobil jeep yang sudah dibayar sepaket dengan paket wisata ke daerah Kaliurang. Namun, bagi para wisatawan yang ingin menggunakan kendaraan sendiri, kita juga bisa mencapai tempat ini. Cukup membayar biaya masuk sebesar Rp 3.000 perorang kita sudah bisa masuk dan mengunjungi beberapa tempat wisata yang ada di tempat ini. Untuk masuk ke museum, kita tidak dikenakan biaya. Namun, kita cukup memberi uang seikhlasnya pada kotak dana yang disediakan di pojok museum.

Image

(salah satu tulisan yang merupakan curahan hati mereka)

Sumber gambar :

http://ohpeponi.blogspot.com/2012/12/kota-kota-museum-sisa-hartaku.html

http://ochipmunkz.blogspot.com/2012/11/trip-to-volcanos-museum-27-oktober-2012_5.html

http://berbagifun.blogspot.com/2012/08/museum-sisa-hartaku-kaliadem-yogyakarta.html

Berikut adalah foto yang didapat di lapangan :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s