Wisata Perak Kotagede

Oleh: Yolanda Fredericca – 100904012

Apakah Anda menyukai perhiasan? Bagaimana dengan perhiasan atau aksesoris yang terbuat dari perak? Di Yogyakarta sendiri, tempat terbaik untuk mendapatkan perak adalah di Kotagede.

Gapura besar menyambut setiap pengendara yang melewati pertigaan Gedong Kuning menuju Jalan Kemasan, Kotagede. Selamat datang di Sentra Kerajinan Perak Kotagede, begitu bunyi tulisan yang tertera di atasnya. Di hari-hari kerja biasa, jalanan ini memang tidak begitu ramai, namun jika sudah tiba akhir minggu atau masa liburan, biasanya mulai terlihat para pemburu perak yang bertandang ke toko-toko yang berjejer di sepanjang jalan.

Memang ada banyak sekali toko yang menjual kerajinan dan perhiasan perak di sepanjang Jalan Kemasan. Baik toko kecil maupun besar menjual beragam hasil kerajinan seperti kalung, cincin, gelang atau souvenir dengan bentuk-bentuk unik dan rumit. Wahyu (24), salah satu pembeli aksesoris perak mengaku Kotagede adalah tujuan utama jika ingin mencari aksesoris atau cinderamata dari perak.

“Perak itu emang bagus ya buat aksesoris dan harganya juga lebih terjangkau dari emas..”, ujar Wahyu, saat ditanyai mengapa ia memilih perak.

Toko-toko di sepanjang Jalan Kemasan biasanya hanya menjual kerajinan perak saja, sementara produksinya sendiri dilakukan di rumah para pengrajin yang berlokasi di Kampung Basen. Merasa penasaran dengan proses produksi kerajinan perak ini, Atmanews lantas bertandang ke Kampung Basen, yang letaknya tak jauh dari jalan utama Kotagede. Kampung Basen sendiri merupakan kampung yang sudah diresmikan sebagai kampung wisata kerajinan perak sejak 23 Agustus 2011. Kampung ini berhasil menjadi kampung wisata setelah menjalankan program pengembangan wirausaha penduduk dalam bidang kesenian dan kuliner.

Pengembangan ini sejalan dengan upaya pemerintah yang ingin mengangkat kerajinan perak Kotagede sebagai daya tarik wisatawan. Kampung Basen bahkan juga telah memiliki website mereka sendiri sebagai alat bantu promosi dan pengenalan pariwisata kepada khalayak luas

Sebagian besar penduduk masyarakat Basen mencari nafkah sebagai pengrajin logam, terutama perak, emas dan tembaga. Mereka juga memiliki asosiasi pengrajin sendiri, yakni Asosiasi Senopati. Salah satu pengrajin perak tersebut adalah Pak Tumijo yang sudah lebih dari 20 tahun menggeluti pekerjaannya. Pak Tumijo tinggal di rumah sederhana yang juga merupakan bengkel kerja dan showroom produksi peraknya sendiri.

Pak Tumijo mengklaim, hasil kerajinan perak buatannya beda dari yang lain, karena lebih rumit desain dan detailnya. Memang betul, kerajinan perak milik Pak Tumijo menonjolkan lebih banyak detail, seperti penggunaan ornamen lengkung dan spiral.

Image

Gambar 1. Pak Tumijo di bengkel kerjanya.

“Di kampung Basen, memang jarang yang bikin seperti ini, biasanya hanya yang polos-polos saja, karena itu lumayan banyak juga yang pesan kesini..”, ungkap Pak Tumijo dengan senyuman.

Selain melihat-lihat cinderamata buatan Pak Tumijo, beliau juga mengizinkan Atmanews untuk melihat secara langsung proses produksi kerajinan ini. Sayangnya, karena Pak Tumijo masih dalam tahap awal pengerjaan, ia tidak bisa memperlihatkan tahap pembuatannya hingga akhir. Saat itu, Pak Tumijo sedang mengerjakan pesanan bros dalam jumlah besar yang akan diekspor ke China.

Bahan utama pembuatannya adalah kawat tipis perak yang bisa dibentuk menjadi apa saja melalui berbagai teknik. Untuk membuat detail ornamen, Pak Tumijo menggunakan kait besi kecil dan tang. Sementara untuk membuat butir-butiran perak, harus dilakukan pembakaran. Pak Tumijo memperlihatkan bagaimana sebuah potongan kawat perak, apabila dibakar, dengan sendirinya akan membentuk butiran.

Setelah dibentuk sesuai keinginan, perak-perak tersebut dibasahi dan ditaburi bubuk patri, dibakar, dan kemudian direbus dengan air tawas. Perebusan dan pembakaran ini disebut sebagai pemutihan, dan dilakukan sebanyak 3 hingga 4 kali. Hasilnya adalah perak dengan warna yang bersih dan berkilau.

Image

Gambar 2. Proses pembakaran perak.

Hasil kerajinan Pak Tumijo sangat beragam, namun spesialisasinya sendiri adalah cinderamata seperti miniatur kapal layar atau candi. Selain itu, ia juga bisa membuat berbagai macam bentuk cincin, gelang, kalung dan bros.

Image

Gambar 3. Beberapa hasil kerajinan perak Pak Tumijo

Pak Tumijo mengaku sudah cukup senang dengan hasil kerjanya saat ini, apalagi sudah bisa mengekspor kerajinannya hingga ke luar negeri. Meski begitu ia berharap, pencanangan Kampung Basen sebagai kampung wisata ini dilanjutkan dengan upaya nyata pengembangan dan pelatihan bagi pengrajin muda agar tradisi ini tetap hidup.

Nah, jika Anda memang tertarik untuk membeli atau mungkin mengoleksi kerajinan perak, tidak perlu jauh-jauh mencarinya. Di Kotagede, Anda bisa berburu sepuas hati, atau bahkan memesan sesuai dengan keinginan, olahan perak terbaik di seluruh Indonesia!

Lokasi Kampung Basen Kotagede:

Sekilas tentang proses produksi perak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s