Fenomena Langka di Festival Peh Cun 2013

Alexander A. Ermando (100903981)

Telur yang berdiri di panggung Festival Peh Cun 2013, Parangtritis, Yogyakarta

Telur yang berdiri di panggung Festival Peh Cun 2013, Parangtritis, Yogyakarta

Festival Peh Cun 2013 yang digelar Pantai Parangtritis Baru, Bantul, Yogyakarta pada Rabu (12/6) mampu menarik perhatian para wisatawan yang hadir. Pasalnya, dalam acara tersebut terdapat tradisi mendirikan telur yang unik. Fenomena ini terjadi karena bumi, bulan dan matahari disebutkan berada dalam garis lurus, sehingga menyebabkan anomali gravitasi.

“Pada pukul 12.00 WIB hari ini, bumi, bulan dan matahari sedang berada dalam satu garis lurus. Ini bisa dibuktikan dengan telur yang bisa berdiri tegak tanpa disangga sama sekali,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Peh Cun 2013 Muwardi Gunawan pada pihak media yang hadir.

Beberapa orang pun maju ke panggung utama sambil masing-masing membawa sebuah telur yang telah disediakan oleh panitia. Tidak hanya warga setempat, turis asing pun ikut serta dalam atraksi ini. Setelah berjuang beberapa saat, beberapa orang berhasil mendirikan telur, dan tanpa penyangga sama sekali! Para fotografer pun segera mengabadikan momen tersebut.

Acara yang digelar sejak pukul 11.00 WIB tersebut merupakan puncak dari rangkaian Festival Peh Cun sejak 9 Juni kemarin. Selain melakukan tradisi mendirikan telur, acara puncak juga diisi dengan lomba pentas barongsai yang digelar untuk pertama kalinya. Lomba ini diikuti oleh 10 peserta. Sebelumnya juga telah dilakukan doa bersama dan melarung sesaji ke tengah laut.

Berdasarkan pengamatan, para warga yang hadir tampak antusias untuk mengikuti acara ini. Padahal cuaca saat itu sedang amat terik dan berangin ringan. Untungnya, pihak panitia menyediakan tenda serta ratusan tempat duduk yang bisa ditempati warga secara bebas. Para awak media sendiri juga diundang untuk meliput, meskipun dengan berbagai batasan-batasan. Batasan paling umum yang diberikan adalah waktu pengambilan momen atau sekadar mengingatkan area yang diperbolehkan untuk mengambil gambar.

Tradisi Peh Cun sendiri merupakan bentuk rasa syukur terhadap berkah yang sudah diberikan. Pelaksanaannya jatuh pada tanggal 5 bulan 5 berdasarkan kalender Tionghoa. Salah satu yang khas adalah tradisi makan bakcang bersama.

Wandi (23), warga Bantul mengaku terhibur dengan adanya Festival Peh Cun ini, apalagi dengan dihadirkannya beberapa atraksi menarik.

“Acaranya menarik ya, terutama bagian mendirikan telur. Itu unik sekali. Meskipun cuacanya lagi panas, saya tetap senang,” ungkap pria jangkung ini.

Festival yang juga dihadiri oleh serombongan turis dari Negeri Tirai Bambu ini sebelumnya telah dibuka dengan lomba perahu naga yang digelar di Bendung Tegal, Imogiri pada 9 Juni lalu dan diikuti oleh belasan tim dari berbagai daerah.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s