Klenteng Sam Poo Kong, Sentuhan Tiongkok di Semarang

Oleh: Elfreda Ruth Simbolon (100904212)

Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu juga.

Indonesia dengan semboyan bhineka tunggal ikanya menyajikan keragaman di tiap daerah.  Salah satunya di propinsi Jawa Tengah. Keragaman agama dan budaya di Semarang tak diragukan lagi. Mesjid Agung, Gereja Blenduk, Pagoda Avalokitesvara, dan Klenteng Sam Poo Kong menjadi saksi sejarah keragaman religiusitas di Semarang.

Klenteng Agung Sam Poo Kong, nama yang sudah menjadi destinasi liburan di Semarang. T00296[20-20-26]erletak di Jalan Simongan Raya 129, tak sulit untuk menjangkau daerah ini. Taksi sebagai salah satu kendaraan yang mudah ditemui di sana, dapat menjadi salah satu solusi untuk mencapai Klenteng Sam Poo Kong.

Klenteng Sam Poo Kong memiliki lahan parkir yang luas. Disambut dengan gerbang yang bertuliskan Sam Poo Kong dan tulisan Sam Poo Kong yang sepintas seperti tulisan Hollywood menyambut pengunjung. Sayang rasanya jika pengunjung tak mengabadikan gambar di sini.

Dengan membayar tiga ribu rupiah, wisatawan lokal sudah bisa menikmati nuansa diKlenteng Sam Poo Kong. Sayangnya, untuk masuk ke lokasi pemujaan, harus mengeluarkan uang lagi sebesar tiga puluh ribu rupiah. Tapi, bagi pengunjung yang memang melakukan sembahyang, tidak dikenakan biaya.

Area Klenteng Sam Poo Kong dipenuhi oleh ornamen khas Negara Tirai Bambu. Mulai dari patung-patung yang menggambarkan sosok khas tiongkok hingga naga yang bertengger di atap bangunan. Warna merah menyala yang menghiasi warna bangunan menambah semarak suasana klenteng.

Ruang kosong di antara bangunan-bangunan merah hanya diisi oleh beberapa patung. Ruang hijau tersedia di pinggir bangunan dekat tempat pembelian souvenir. Tak adanya ruang hijau di antara ruang kosong ditambah sengatan matahari membuat pengunjung lebih memilih untuk beristirahat di situ.

Adanya klenteng Sam Poo Kong tak lepas dari sosok yang melekat di dalamnya, Laksamana Zheng He. Laksamana Zheng He, sang duta perdamaian memimpin armada muhibah mengunjungi Champa, Sumatera, Palembang, Jawa, Srilanka, dan Kalikut di masa kekaisaran Yong Le, Dinasti Ming.Patung Laksamana Zheng He

Bila tak mengetahui sosok Laksamana Zheng He, Klenteng Sam Poo Kongmenghadirkan sosok Sang Pembawa Perdamaian dalam sebuah patung. Patung yang menggambarkan sosok gagah nan bersahaja ini diresmikan pada tanggal 29 Juli 2011 oleh Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo.

Klenteng Sam Poo Kong menyediakan jasa untuk berfoto dengan menggunakan pakaian tradisional dari Dinasti Cina. Dengan membayar Rp 75 ribu, pengunjung bisa mendapatkan kenang-kenangan sebagai orang Tiongkok sehari. Didominasi oleh warna merah pada pakaian, serasi dengan suasana Sam Poo Kong.

“Sam Poo Kong itu bagus buat tempat liburan, selain untuk tempat beribadah. Berasa di negara Cina”, tutur Desi (20) mahasiswi asal Yogyakarta.

Sudahkah memilih destinasi liburan di Semarang? Di Klenteng Sam Poo Kong, rasakan suasana negeri tirai bambu di Indonesia.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s