Menelusuri Mitos Sejarah Pura Pantai Ngobaran

Oleh : Anak Agung Gede Putra Aditya N. -090903809

dsc_0019Kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki banyak objek wisata, dari Gunung Api Purba, Pantai serta Goa bawah tanah yang di jadikan objek wisata.

Di Gunung Kidul terdapat sebuah pantai yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan pantai lain di Gunung Kidul. Pantai tersebut adalah Pantai Ngobaran. Pantai ini terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Kurang lebih berjarak 65 KM dari Kota Yogyakarta.

Di kawasan Pantai Ngobaran berdiri sebuah Pura tempat beribadah umat hindu yang berdiri kokoh. Adanya mitos jaman kerajaan majapahit pun menarik perhatian pengunjung untuk datang ke pantai ini.

Pura tersebut didirikan tahun 2003 untuk memperingati kehadiran Brawijaya V, salah satu keturunan Kerajaan Majapahit, di Ngobaran. Mitos yang beredar di masyarakat Pantai Ngobaran ini merupakan tempat pelarian Prabu Brawijaya V.

Sang raja menghindar dari peperangan, karena peperangan itu melibatkan dirinya dengan sang anak. Perang antara ayah dan anak itu terjadi lantaran Prabu Brawijaya tidak setuju anaknya memeluk dan menyebarkan ajaran agama Islam. Prabu Brawijaya sendiri menganut kepercayaan Kejawen. Sesampainya di pantai tersebut, Prabu mencapai muksa (wafat) dengan cara membakar dirinya. Oleh sebab itu pantai ini diberi nama Pantai Ngobaran. Ngobaran yang dimaksud adalah api yang berkobar membakar tubuh Sang Prabu.

7174865599_a0d96ab43dKejawen dalam opini umum berisikan tentang seni, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen juga memiliki arti spiritualistis atau spiritualistis suku Jawa. Penganut ajaran Kejawen biasanya tidak menganggap ajarannya sebagai agama dalam pengertian seperti agama monoteistik, tetapi lebih melihatnya sebagai seperangkat cara pandang dan nilai-nilai yang dibarengi dengan sejumlah laku (mirip dengan “ibadah“). Ajaran kejawen biasanya tidak terpaku pada aturan yang ketat, dan menekankan pada konsep “keseimbangan”.

Pura ini digunakan oleh masyarakat sekitar yang menganut kepercayaan Kejawen dan Umat Hindu yang berada di Kabupaten Gunung Kidul untuk melakukan persembahyangan. Pura ini juga di jadikan sebagai lokasi Melasti bagi Umat Hindu yang berada di Kabupaten Gunung Kidul.

Melasti merupakan kegiatan dimana pada upacara ini umat Hindu melakukan sembahyangan di tepi pantai dengan tujuan untuk mensucikan diri dari segala perbuatan buruk di masa lalu dan membuangnya kelaut, ini dilaksanakan sebelum merayakan Tapa Brata penyepian.upacara Nyepi)

Saat memasuki Pura ini, bagi yang peka terhadap hal-hal gaib, akan mendapati Aura yang berbeda di dalam Pura ini. Sangat disayangkan kondisi di dalam Pura sangat kotor dan tidak terawat. Terdapat pula sebuah candi bentar yang proses pembuatannya terhenti lantaran kekurangan dana pembangunan.

Di sebelah selatan Pura, terdapat sebuah musola kecil yang kiblatnya menghadap ke arah Selatan. Musola ini terletak tepat di ujung tebing.

Selain keindahan budaya, pantai ini juga mempunyai keindahan alam yang eksotik. Jika air laut surut, kita akan menemui hamparan algaberwarna hijau yang tumbuh diatas batu karang. Untuk mencapai bibir pantai kita harus menuruni 20 anak tangga

Jika anda tidak suka menuruni anak tangga, di sebelah barat pantai Ngobaran terdapat pantai Ngunyahan, yang wajib untuk di eksplorasi saat dberada di sini. Aksesnya pun mudah, dari tempat parkir kendaraan, kita berjalan kearah Barat.

Ngobaran-71

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s