Satu Kota, Dua Makna, Tiga Tempat

Febriyadi Halim (100904206)

Bandung, sebuah kota di Indonesia yang merupakan ibukota dari Jawa Barat, menjadi destinasi pilihan penulis untuk dikunjungi terkait tugas akhir dari mata kuliah jurnalisme online. Kopitiam Oey di Jalan Braga, Straits Kitchen dan Jun Njan Restaurant di Trans Studio Mall merupakan tiga tempat yang berbeda, bertolakbelakang, serta memiliki filosofi yang berbeda pula.

Kopitiam Oey, sebuah tempat makan yang terletak di bilangan Jalan Braga yang terkenal akan desain arsitekturnya yang menyerupai kota tua. Trans Studio Mall, tempat bernaungnya Straits Kitchen dan Jun Njan Restaurant merupakan sebuah simbol kapitalisme dunia barat dengan pusat perbelanjaan modernnya. Tiga tempat, satu kota, namun memiliki dua makna serta filosofi yang berbanding terbalik.

Desain arsitektur zaman dahuluIMG_00000429 dengan nuansa zaman kolonial, menjadi sajian menarik bagi mata setiap pengunjung yang datang ke Kopitiam Oey. Guruh Soekarnoputra baru-baru ini mengemukakan bahwa kredo Bung Karno yang terkenal yaitu “Jas Merah”, dimana seringkali kita terjemahkan menjadi “Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah” adalah kurang tepat. Guruh meluruskan bahwa terjemahan yang benar adalah “Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah”. Bangsa Indonesia pernah dijajah, itu adalah sejarah. Peninggalan sejarah sudah semestinya dilestarikan dan dijaga keberlangsungan hidupnya, supaya generasi penerus dapat mengingat seberapa pahitnya perjuangan hidup bangsa ini, sehingga dapat menjadi pemicu kebangkitan di masa yang akan datang.

Potret kapitalisme barat terpampang jelas dalam sebuah wadah raksasa bernama Trans Studio Mall. Straits Kitchen sebagai salah satu entitas yang terdapat didalamnya, turut menjadi pengejawantahan dari simbol kapitalisme. Bangunan megah serta desain arsitektur barat menjadi hal yang menonjol dari Straits Kitchen. Jun Njan Restaurant sebagai restoran dengan menu chinese food, yang juga berdiri di atas lahan kapitalisme tahu betul bagaimana memadukan kedua hal yang bertolakbelakang tersebut. Nuansa klasik yang menjadi ciri khas bangsa Cina tetap dipertahankan sedemikian rupa. Kopitiam Oey dan Jun Njan Restaurant merupakan dua contoh konkret dimana tradisi serta histori sebuah bangsa, tidak terlupakan begitu saja seiring perkembangan zaman. Sedikit perenungan yang mungkin tidak terkait dengan topik pembahasan, akan penulis sajikan di bawah. Sebuah kredo favorit penulis yang terinspirasi dari pengalaman serta lika-liku hidup penulis selama ini. Terima kasih, sampai jumpa, salam damai bagi kita semua.

-Dunia ini terbentuk bagi dan oleh mereka yang bertopeng rupa-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s