Karya Lokal Yogyakarta Mendunia

Angela Rianita – 100904084

Mendengar kata batik, rasanya seperti hal yang sudah biasa saja. Masyarakat kebanyakan mengetahui batik diproduksi ke dalam bentuk pakaian atau kerajian-kerajinan tangan yang dapat dibawa sebagai oleh-oleh ketika kita berwisata ke Yogyakarta. Namun, batik yang merupakan warisan kebudayaan asli Indonesia ini kini telah berkembang dengan berbagai macam kreasi. Sumber daya manusia di Indonesia nampaknya sungguh-sungguh telah mengembangkan kemampuannya untuk berkreasi dengan seni yang kerap disebut batik lukis.

Seperti yang ada di Desa Tembi, tepatnya di Jalan Parangtritis kilometer 8,5 Timbulharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta ini misalnya. Terdapat sebuah bangunan sederhana, minimalis, sejuk, namun penuh dengan goresan-goresan batik lukis karya seniman-seniman lokal Yogyakarta. Ya! Bangunan sederhana ini merupakan sebuah galeri batik, dan biasa dikenal dengan nama Leksa Ganesha. Sepintas memang tidak ada yang berbeda dengan galeri batik yang lain. Namun jangan salah, ketika memasuki galeri, kita akan menemukan banyak sekali batik lukis karya seniman lokal Yogyakarta yang sangat indah.

Leksa Ganesha merupakan galeri batik gagasan Tatang Elmy dan Aprat Koeswadji, yang masih memiliki hubungan darah dengan seniman batik populer Koeswadji dan seniman tari Bagong Koesudiharjo. Lukisan-lukisan batik ini memiliki beberapa tema khas yaitu tarian Bali, bunga, dan abstrak. Dan yang lebih spesial lagi dari Leksa Ganesha ini adalah, semua lukisan yang dibuat di sini tidak dapat ditemukan di sembarang tempat alias limited edition. “Semua batik lukis di sini tidak bisa dicari di sembarang tempat. Misalkan lukisan ini, di Yogyakarta ini hanya bisa ditemui di tiga galeri saja,” tutur Ibnu Sudiro, marketing Leksa Ganesha sembari menunjukkan salah satu karya batik lukis berukuran cukup besar dan dengan warna-warna yang sederhana namun nampak indah.

Batik lukis Leksa Ganesha diproduksi secara tradisional dengan mengunakan “canthing” dan “malam”. Oleh karena itu, membutuhkan waktu cukup lama kurang lebih selama dua minggu untuk menyelesaikan satu buah karya batik lukis. Hal inilah salah satu alasan mengapa batik lukis Leksa Ganesha digemari oleh banyak pecinta lukisan baik lokal bahkan hingga seniman lukis internasional.

“Kami belum melakukan eksport ke luar negeri, tetapi seniman lukis luar negeri yang mencari lukisan di sini cukup banyak, bahkan mereka datang langsung ke tempat ini untuk membeli lukisan kami,” tutur Ibnu lagi. Meskipun Leksa Ganesha belum memperdagangkan batik lukisnya ke luar negeri, tetapi Leksa Ganesha telah dikenal oleh beberapa negara tetangga bahkan negara-negara lintas benua dengan mengikuti ajang pameran seni di Inggris, Jerman, Amerika Serikat, Perancis, Malaysia, Singapura, dan Laos.

Beberapa waktu yang lalu, turis asing dari Amerika Serikat tinggal di galeri Leksa Ganesha demi memenuhi keinginannya agar bisa menghasilkan sebuah karya batik lukis. “Belum lama ini ada turis dari Amerika Serikat tinggal di sini sekitar tiga tahun. Dia belajar membuat batik lukis di sini, sampai akhirnya dia bisa membuat batik lukis sendiri,” ujar Ibnu.

Tentu saja ini semakin membuat kita semua patut bangga kepada kearifan lokal negeri sendiri. Orang yang bukan dari negeri sendiri saja bersedia mempelajari seni budaya asli Indonesia, kenapa kita tidak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s