Perhelatan Pencak Malioboro Festival III 2014

Oleh Tika Dian Pratiwi (110904338)

Paseduluran Angkringan Silat dan Tantungan Project kembali menyelenggarakan Pencak Malioboro Festival yang ketiga pada tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 2014. Pagelaran seni bagi insan persilatan Indonesia ini mengambil lokasi di Kompleks Pasar Ngasem untuk kegiatan festival koreografi, workshop dan pameran, serta lomba foto.

Pencak Malioboro Festival III 2014

Festival koreografi di Pasar Ngasem (Dok: Fidelis Dhayu)

 

Puncak acara sekaligus penutup diadakan dengan pawai dari 60 perguruan silat dari berbagai daerah seperti Bandung, Jakarta, Kalimantan, Madura, dan lain sebagainya di sepanjang Titik Nol Kilometer, Malioboro. Diikuti oleh 5.500 peserta, Pencak Malioboro Festival 2014 bertujuan untuk mengenalkan kembali seni bela diri khas Indonesia. Pasalnya, pencak silat sudah cukup familiar di luar negeri namun kurang dikenal di dalam negeri.

“Melalui Pencak Malioboro Festival ini panitia ingin mengenalkan kembali pencak sebagai salah satu seni budaya bangsa. Jadi, selama ini pencak hanya dikenal sebagai olahraga prestasi. Padahal ini adalah salah satu budaya yang mempunyai ajaran luhur yang dalam sekali, yang selama ini agak terlupakan,” kata Andre Sudjito, selaku Humas Pencak Malioboro Festival III 2014.

Pencak Malioboro Festival III 2014

Andre Sudjito, Humas Pencak Malioboro Festival III 2014

Pawai pada tanggal 1 Juni lalu, juga dimeriahkan dengan tampilnya Paksi Katon Daerah Istimewa Yogyakarta. Paksi Katon yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan Kraton dan Puro turut memeriahkan puncak sekaligus penutup Pencak Malioboro Festival dengan seragam hitamnya yang gagah. Tak ketinggalan pula pencak silat Betawi yang berasal dari DKI Jakarta turut hadir dan memeriahkan Pencak Malioboro Festival lengkap dengan pernak-pernik dan pakaian adatnya.

Pencak Malioboro Festival III 2014

Paksi Katon Yogyakarta (Dok: Fidelis Dhayu)

Pencak Malioboro Festival III 2014

Pencak Silat Betawi, DKI Jakarta (Dok: Fidelis Dhayu)

Selain dimeriahkan dengan pawai dari puluhan perguruan silat, kawasan Nol Kilometer Malioboro juga dipadati lautan penonton yang semakin memeriahkan Pencak Malioboro Festival 2014. Acara ini juga menjadi ajang bertemunya puluhan perguruan silat yang dapat mempererat tali persaudaraan.

“Ini event yang sangat bagus untuk pencak silat. Soalnya disinilah kita dari berbagai macam pencak silat bisa berkumpul guyub rukun menampilkan kemampuan masing-masing. Ibaratnya kita di sini semua jadi satu bisa berkumpul bareng-bareng,” kata Wiji Prawira, salah satu anggota pencak silat Merpati Putih.

Pencak Malioboro Festival III 2014

Wiji Prawira, anggota pencak silat Merpati Putih

Selain menyuburkan nilai-nilai luhur melalui pencak silat, pihak panitia melalui diselenggrakannya Pencak Malioboro Festival juga berharap pencak silat semakin dicintai generasi muda Indonesia.

“Harapannya, supaya pencak bisa diterima kembali oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Jadi mereka bisa kenal bahwa ini adalah budaya yang memiliki nilai luhur. Sehingga mereka tidak malu untuk belajar,” tutup Andre Sudjito, selaku Humas Pencak Malioboro Festival III 2014.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s