Suka Cita Pentakosta dengan Ting

 

Oleh: Aloysia Nindya Paramita/110904384

Dok. Aloysia Nindya P

Umat Katolik Gereja Santo Yusup Wonokerso, Magelang, merayakan Pentakosta dilambangkan dengan Ting (7/6/2014) dok. Aloysia Nindya P

Umat katolik di Gereja Santo Yusup, Wonokerso, Magelang merayakan Hari Raya Pentakosta dengan festival lampion atau ting. Ratusan umat hadir mengikuti ekaristi yang berlangsung di halaman Gereja, Sabtu (7/6/2014) petang.

“Ini adalah festival ting, seribu lampion dalam rangka menyatukan suka cita Pentekosta,” kata Crecentia Yudita (23), sebagai pendamping paguyuban Orang Muda Katolik (OMK).

Acara festival lampion merupakan acara puncak dari Perayaan Paskah. OMK  membuat festival ting untuk merayakan turunnya roh kudus. Dahulu dikisahkan dalam kitab suci yaitu dalam bentuk bola-bola api yang sekarang dilambangkan dengan ting.

Puluhan ting digantungkan di dahan-dahan pohon dan banyak tersebar di berbagai tempat. Disebut seribu lampion karena jumlahnya yang cukup banyak. Semakin larut malam hiasan ting yang menghiasi halaman Gereja semakin menyemarakkan nuansa suka cita Perayaan Pentakosta petang itu.

Warna- warni cahaya ting inilah yang menggambarkan banyaknya umat dengan karakter dan pribadi yang berbeda-beda tetapi indah bila bersatu. Semangat persatuan inilah yang semakin ditegaskan di antara umat beriman khususnya di wilayah Santo Yusup Wonokerso. Menurut Yudita, makna dari pemilihan ting adalah walaupun nyalanya kecil tapi dalam kegelapan tetap terlihat. Semakin banyak cahaya ting maka akan terlihat semakin terang.

“Diharapkan sebagai Orang Muda Katolik walaupun kita berada dalam kegelapan  kita menjadi cahaya bagi sekitar kita. kalau kita bareng-bareng cahaya itu akan menjadi semakin terang. Hidup untuk menggereja dan gereja untuk hidup kita,” ungkap Yudita.

Suka cita perayaan ini semakin menyatu dengan pesta rakyat yang dilakukan sesudah ekaristi yang dipimpin oleh Romo Robertus Saptaka.  Pesta rakyat ini mengumpulkan snack dari umat dan dimakan bersama. Orang Muda Katolik menunjukkan kreativitasnya dengan tari-tarian mulai dari traditional dance hingga modern dance, menyanyi sambil mengiringi pesta rakyat.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s