Mengais Pahala di Jalan Raya

Oleh: Hieronimus Aand Andrean

Siang itu matahari bersinar terik, tak kala seorang bapak setengah baya terus menggoyangkan bendera kuning merah ditangan kanannya demi mengatur lalu lintas. Arah putar balik Ring Road utara sekitaran Maguwoharjo adalah tempat Alimin, nama bapak itu mencari sedikit pahala. Sudah sejak 5 tahun silam dirinya memutuskan untuk terjun membantu mengatur lalu lintas kendaraan, pada jalur putar balik. Keprihatinannya timbul, dari dia yang sering melihat fenomena kecelakaan terjadi diseputaran area itu. Hal ini membawa hatinya untuk menekuni pekerjaan mulia dan penuh resiko.
“Saat itu saya tidak mempunyai pekerjaan tetap, sering wara-wiri melewati jalur ini dan hati saya tergerak. Awalnya, memang banyak orang disekitar saya yang mengira bahwa melakukan pekerjaan ini hanya ingin mengumpulkan pundi-pundi rupiah. Namun cibiran orang bukanlah penghalang”, kata Pak Alimin (50).
Kini dirinya mengajak empat rekannya untuk ikut dalam misi “berbahaya” ini. Bapak Alimin juga melarang keempat temannya untuk “mengatungkan” tangan kepada para pengendara. Tapi tidak jarang mereka juga mendapatkan pundi rupiah dari belas kasih orang. Pak Alimin juga tidak menampik akan hal tersebut.
“Mereka yang berada disini juga mempunyai keluarga yang harus dinafkahi, saya juga tidak bisa melarang jika ada pemberian berupa apapun kepada kami. Namun pada prinsipnya, menolong atau membantu adalah nomor satu. Pemberian uang dan lain sebagainya merupakan rejeki yang harus disyukuri”, imbuhnya.
Dalam melakukan pekerjaan resiko terbesarnya adalah pertaruhan nyawa. Lalu lintas Ring Road yang notabene diperuntukan kendaraan-kendaraan besar menjadi tantangan tersendiri. Resiko yang masih sering terjadi dan menimpa adalah kaki terlindas ban mobil, sembari Pak Alimin menunjukan jempol kaki kirinya yang masih dibalut perban dan bengkak.
Mereka mulai bekreja dari pukul 9 pagi hingga pukul 4 sore. Interval waktu kerja ini disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas yang terjadi. Untuk semua aksesoris seperti rompi, bendera dan lainnya mereka swadaya mencari sendiri. Tidak ada dorongan atau kepentingan dari pihak mana pun. “ Saya disini murni hanya ingin membantu”, pungkas Pak Alimin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s