ARE YOU “HEPPY”?

Layaknya sebuah roda yang terus berputar ketika dijalankan, posisinya akan terus berubah. Begitu juga nasib kehidupan, terkadang kita tidak akan pernah bisa selalu berada dalam posisi yang sama. Hari ini mungkin saja kita merasa bahagia, namun esok belum tentu demikian. Inilah yang mungkin sedang dialami oleh Bapak Heppy Hariyadi Wibowo.

IMG_8552

sumber: dok. pribadi

Pria berusia 42 tahun ini adalah seorang juru pelihara bagunan bersejarah Pulau Cemethi yang berada di Kawasan Wisata Tamansari Yogyakarta. Pak Heppy, sebuatan akrabnya bercerita jika dirinya telah bekerja sebagai juru pelihara sejak tahun 2005 dengan gaji sebesar Rp 1.000.000,00 itupun pernah tidak dibayarkan selama hampir enam bulan.

Pak Heppy bekerja sebagai juru pelihara karena mendapat mandat dari ayahnya, yang dulunya adalah seorang juru pelihara di Pulau Cemethi. Meskipun waktu kerja baru di mulai pada pukul 07.30 WIB, namun setiap hari Pak Heppy sudah datang di tempat kerjanya sekitar pukul 06.00 WIB. Bukan bermaksud mau mencari muka atau mendapat pujian, namun Pak Heppy ingin tempat di mana ia bekerja itu sudah bersih sebelum ada pengunjung yang datang ke sana.

 “Toh.. dari pihak kantor juga gak bakal ada yang ngecek kok mbak, saya datangnya jam berapa. Pokoknya yang mereka tahu tempat ini harus bersih, udah itu aja,” ujar Pak Heppy.

Selain itu, Pak Heppy juga sering mendapatkan cemooh ataupun fitnah dari orang lain. Bahkan, Pak Heppy pernah mendapat hinaan dari wisatawan yang diingatkan karena ketahuan mencoret-coret tembok di Pulau Cemethi. Meskipun begitu, Pak Heppy tidak terlalu memperdulikannya. Baginya, jika dirinya memang tidak bersalah, ia tidak perlu takut.

Pak Heppy tinggal bersama dua anaknya, Mufida Nurheppy Putri (5) dan Fadila Nurheppy Putri (3), serta istrinya, Nurpamatu Espriati (27), di Karasan, Balpabang, Bantul. Setiap hari, Pak Heppy harus menempuh jarak sekitar 50 km hanya untuk bekerja. Pak Heppy bercerita untuk dapat mencapai tempat kerjanya, ia biasa menempuhnya dengan menggunakan sepeda. Jika sedang memiliki uang yang lebih ia akan naik bus, namun tak jarang juga ia harus menempuhnya dengan berjalan kaki.

“Sayang uangnya mbak kalau naik bus, mending uangnya disimpan untuk beli kebutuhan anak,” cerita Pak Heppy.

IMG_8516

sumber: dok. pribadi

Dunia Pak Heppy saat ini hanya untuk anak, istri dan juga ibunya yang sedang sakit di panti jompo. Oleh karena itu, bagi Pak Heppy, apapun akan ia lakukan agar bisa mendapakan uang tambahan. Ia sering mencari dan mendapatkan tawaran pekerjaan lain, terkadang menjadi tukang bagunan, menebang pohon, atau pekerjaan apapun akan dijalani Pak Heppy asalkan pekerjaan tersebut halal.

Banyak kejadian dalam hidup Pak Heppy yang mungkin tidak lagi sama dengan kehidupannya yang dulu, yang tergabung dalam kelompok pecinta alam dan tim SAR, yang sering melakukan ekspedisi keliling Indonesia. Namun Pak Heppy percaya, pekerjaan apapun yang ia jalankan sekarang, asalkan dijalankan dengan ikhlas dan penuh rasa syukur pasti tidak akan terasa berat. “Yang penting hidup ini dijalani dengan senang aja,” ucap Pak Heppy berkali-kali.

“Tak selalu orang yang kamu lihat miskin itu miskin dan orang yang kamu lihat kaya itu kaya, karena miskin dan kaya tidak hanya melulu pada materi.” –unknown-

Oleh: Claudea Novitasari (120904601)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s