Hidupku Tak Semanis Kue Lupis

Oleh: Ignasius Hartanto

Tak pernah mengenal lelah dan selalu konsisten dengan pekerjaannya. Tubuhnya yang sudah renta di makan usia tidak membuat sosok wanita tua ini berpangku tangan begit saja unutk melakukan aktivitas sehari-harinya. Bakul yang setiap pagi ia gendong dari rumahnya di daerah kledoaan sampai di tempat ia berjualan. Namanya mbah Harto , umur nya sudah menginjak 73 tahun , bukan umur yang muda lagi untuk berjualan di pinggiran jalan babarasi.

mbah Harto sedeng berjualan

mbah Harto sedeng berjualan

Setiap pagi ia selalu berjalan dari rumahnya yang berada di kledoaan . ia memiliki 4 orang anak dan 12 cucu. Mbah harto masih ingat sekali jumlah anak dan cucunya . mungkin bagi sebagai orang umur mba harto adalah masa-masa tua dan biasanya daya ingat pada umur itu sudah kurang baik, namun berbeda dengan mbah Harto yang masih memiliki daya ingat yang sangat baik. Mba Harto berjualan dari jam 6 pagi hingga dagangannya yang ia bawa habis.

sudah sepanjang hidupnya mba harto mengabdikan dirinya untuk berjualan makan tradisonal jawa yaitu lupis. Dulu sebelum ia berjualan di trotar jalan babarsari, ia berjualan di pasar demangan. Ia bercerita bahwa sudah bertahun-tahun hingga ia lupa dari tahun berapa ia sudah berjualan lupis. Dengan berjualan lupis ia bisa menghidupi ke empat anak-anaknya yang sekarang sudah kerja semua di luar kota. Mbah Harto hidup bersama anak ke 4nya, walaupun bisa dikatakan umurnya tidak muda lagi tapi kemamuan untuk tetap kerja dan tidak mau bergantung dengan orang di sekitarnya adalah telada yang harus kita tiru.

Lupis adalah makanan tradisioanl dari pulau jawa, terbuat dari ketan yang dipadatkan, model lupis mbah Harto seperti lontong yang memanjang cara memotongnya pun berbeda tidak menggunakan pisau namun menggunakan benang untuk memotong lupis tersebut. Ini  juga menjadi ciri khas makanan mbah Harto yang tidak kalah enaknya dengan pedagang jajan yang ada di sekitaran mbah Harto berjualan.

tangan yang sudah berkeriput sedang mengambil kue lupis

Kehidupan yang bisa dikatakan jauh dari kata layak sudah ia rasakan dalam perjalanan hidupnya hingga umur 73 tahunpun mbah Harto masih berjualaan. Penghasilan yang tidak banyak dan terkadang hanya bisa buat makan sehari saja sudah sering ia lakukan.

Alasan lain mengapa mbah Harto memilih bekerja sebagai penjual makanan tradisional lupis adalah, karena tidak ada pekerjaan lain yang sesuai dengan keahlian dan latar belakang pendidikannya. Sekali lagi mba Harto tetap bersyukur, di kota besar seperti Yogyakarta masih banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan, bahkan bergantung hidup dengan orang lain. Sinar matahari yang cukup terik tidak membuat senyum mbah Harto tidak berkurang sembari menjalani pekerjaanya.

Semua pekerjaan pasti ada hambatannya, hal itu juga sering dialami mbah Harto. Menjalani profesi sebagai penjual makanan tradisional lupis membuat mbah Harto terbebas dari berbagai hambatan dan masalah namun tidak membuat semangat mbah Harto menjadi berkurang. Masalah seperti uang yang terkadang tidak cukup untuk modal berjualan besok. Dengan senyum khasnya, mbah Harto tetap terus bersabar dan mencoba mencari bantuan untuk modal berjualan esok hari, ini menjadikan mbah Harto kuat menghadapi segala hambatan yang ia yakini sebagai ujian dalam pekerjaan yang sedang dijalaninya itu.

Jika ada waktu luang saat berjualan mbah Harto menggunakannya dengan sebaik-baiknya untuk membaca Al-Qur’an yang ia bawa setiap harinya di keranjang daganganya. Ia tidak ingin ketinggalan dalam berburu amal untuk bekal di Akhirat kelak. Walau Ia miskin harta di Dunia, Ia tidak ingin miskin di Akhirat kelak. Ia selalu ingin menjalani hari demi hari menjadi semakin lebih baik. Di usianya yang ke 73, mbah Harto semakin sadar bahwa umur semakin habis dimakan waktu. Kapan lagi banyak-banyak melakukan ibadah, kalu bukan sekarang ? karena mati seseorang hanya Tuhan yang tahu dan menentukan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s