Forans: Komunitas Anak untuk Anak

IMG_0484

Para peserta buka bersama Forans

Akhir-akhir ini para orangtua sedang khawatir dan waswas dengan beberapa kasus pelecahan seksual yang menjadikan anak-anak sebagai korbannya. Bagaimana tidak? Anak kecil yang masih lucu dan polos harus dilecehkan, bahkan dibunuh oleh orang-orang terdekat mereka. Kasus memprihatinkan seperti ini sedang marak terjadi di Indonesia. Hingga timbullah berbagai kecaman masyarakat dan pihak pemerintah terhadap tersangka pelecehan seksual. Apa yang harus dilakukan untuk melindungi dan mencegah anak-anak kita, adik kita, sodara kita agar terhindar dari para pemangsa seksual yang begitu memalukan?! Berikut komunitas yang memiliki kepedulian terhadap anak-anak.

IMG-20160614-WA0002

Lambang FORANS

FORANS (Forum Anak Sleman) mungkin terdengar asing di telinga kita. Forum yang berangkat dari perkumpulan anak-anak yang berada di daerah Sleman ini merupakan wadah partisipasi anak dan jembatan antara anak-anak kepada Pemerintah Kabupaten Sleman. Forans sering melakukan sosialisasi mengenai masalah anak yang sedang hangat dibicarakan. Seperti anti bullying, pendampingan trauma paska bencana alam, perkenalan permainan tradional agar anak-anak tidak hanya bermain gadget dan bisa bersosialisasi dengan teman-temannya. Tak hanya itu, Forans ingin melindungi dan memperjuangankan hak-hak anak sesuai dengan Undang-Undang yang ada.

Forans pertama kali terbentuk pada tanggal 8 November 2009. Berawal dari kegiatan live in di Bantul, yang diadakan oleh Dinas Sosial Provinsi DIY dan SOS Children’s Village Yogyakarta. Dulunya bernama FAS, namun karena nama FAS sudah banyak yang menggunakan maka berganti nama menjadi Forans.hingga saat ini, Forans sudah melakukan regenerasi yang kedua. Dengan naungan langsung di bawah Pemerintah Kabupaten Sleman yaitu BKBPMP, sehingga segala kegiatan yang dilaksanakan terpantau dan dapat dipertanggungjawabkan.

IMG_9016

Anak-anak yang sedang bermain permainan tradisional

Forans terbagi dalam dua tim, pertama Tim Koempoel Bocah dan Tim Advokasi. Koempoel Boecah  (POELAH) adalah kegiatan bermain sekaligus memperkenalkan kembali permainana tradisional kepada anak-anak. Sedangkan tim advokasi untuk membantu permasalahan anak-anak dalam pemenuhan hak-hak mereka. Anak-anak memiliki empat hak dasar yang harus dipenuhi, diantaranya hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak partispasi.

“Ada program ngabuburit selama ramadhan, ada temu hati trus dikasih materi, ada musrembang yaitu musyawarah rencana pembangunan, POELAH ini merupakan ciri-ciri  forum anak Sleman yang bertugas melestarikan yang namanya permainan tradisional,” ujar Titan selaku divisi sosialisasi dan pemenuhan hak anak.

Bermain dan bergembira adalah kegiatan yang selalu ada di setiap pertemuan. Anak-anak akan lebih merasa dekat dan nyaman ketika mereka dihadapkan pada kondisi yang menyenangkan. Kehangatan para anggota Forans memudahkan mereka untuk menjadi dekat dengan anak-anak. Canda dan tawa tersirat jelas diwajah anak-anak ini.

IMG_0508

Raut gembira dari wajah anak yang selesai berbuka bersama

Selama bulan Ramadhan, kegaiatan yang akan dijalankan adalah buka bersama. Tak hanya itu, anak-anak juga akan diberikan materi untuk belajar mencitai alam, belajar kebersihan, belajar budaya dan berbagai hal yang disampaikan dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Sehingga anak-anak akan lebih mudah memahaminya. Selain itu, anak-anak juga akan diajakmemainkan permainanan tradisional yang dikemas dengan konsep yang berbeda dan unik. Serta tentunya permainanan yang bermanfaat untuk perkembangan motorik mereka.

“Kita itu dari anak untuk anak, maslaah apapun yang anak hadapi kita harus tahu dan bantu untuk menyelesaikannya juga,” ujar Reta salah satu anggota Forans.

Tak hanya mengajari anak-anak dengan kondisi yang normal. Forans juga sering memberikan materi dan pengajaran kepada anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak yang bekerja pada usia dini. Biasanya, dengan penjelasan yang sederhana, Forans memberikan pemahaman bahwa anak-anak harus bisa melindungi dirinya sendiri dan bagaimana caranya ketika berhadapan dengan orang asing. Hal seperti ini adalah salah satu cara pencegahan agar tidak terjadi lagi kasus penculikan dan kejahatan seksual terhadap anak.

Forans adalah salah satu komunitas yang peduli akan kebutuhan dan perkembangan anak. Bagaimapun anak-anak tetap anak-anak apapun kondisinya. Tugasnya hanyalah bermain dan belajar, bukan bekerja. Forans kiranya tidak hanya sendiri. Harusnya butuh komunitas anak yang lebih banyak di Indonesia, agar hak-hak pada setiap anak dapat terpenuhi. Dan semoga tak ada lagi kasus pembunuhan anak, kekerasan pada anak, perdagangan anak, penculikan anak dan kejatahan seksual anak.

Ratih Saraswati (120904837)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s