Cara Generasi Baru Menjaga Budaya

download (8)

Surakarta-Acara tahunan yang diselenggarakan oleh para generasi muda Solo yang terikat dalam Komunitas Sanggar Tari Soeryo Soemirat, merupakan acara yang ditunggu-tunggu oleh segenap warga Solo dan pecinta kebudayaan jawa

Mangkunegaran Performing Art (MPA), begitu mereka menyebut acara fantastis ini, MPA menyelenggarakan pementasan tari selama 3 hari, pada pementasan kali ini, tidak hanya pemuda pemudi saja yang ikut andil dalam pementasan, namun juga ada anak-anak yang ikut turut serta dalam acara yang digagas oleh G.R.M Paundra Sukmaputra Jiwanegara ini. “saya bangga karena banyak yang terlihat antusias dalam acara ini, semoga dengan adanya acara ini bisa menjaga tradisi Mangkunegaran pada khusunya, dan tradisi Solo pada umumnya” kata putra Mahkota Putra Mangkunegaran yang kerap dipanggil Paundra.

Mangkunegaran mempunyai tradisi yang unik, dan hanya Mangkunegaran yang memiliki tradisi ini, yaitu model menari yang tidak dimiliki oleh Kraton Kasunanan (Solo) dan Kraton Kasultanan (Jogja), seperti yang diungkapkan oleh salah satu pelatih di Soeryo Soemirat “Mangkunegaran itu model tarinya gabungan dari Kraton Jogja, dan Kraton Solo”. Memang benar bila diamati, seperti posisi tangan jika sedang ukel, seorang penari Kraton Solo memiliki ciri khas meletakkan tangan berada di tengah perut, dan Kraton Jogja  meletakkan tangan berada di sisi kanan atau kiri perut, sedangkan Pura Mangkunegaran berada di tengah-tengah dari kedua model tari dari Kraton Jogja, dan Kraton Solo.

SOERJA SOEMIRAT

Soerya Soemirat berdiri berdasarkan gagasan dari GPH. Herwasto Kusumo atau yang kerap dipanggi Gusti Heru untuk mempunyai sanggar tari, maka didirikanlah Sanggar tari ini pada tahun 1982. “Tujuan awal Soerya Soemirat sebenarnya menjadi tempat mencetak penari istana, tapi kemudian disadari ada tujuan yang lebih besar lagi, yakni melestarikan budaya.” Kata Jonet Sri Kuncoro, ketua Sanggar Soerya Soemirat. Adanya angkatan dalam latihan tari di Sanggar Soeryo Soemirat. Setiap pertama masuk, penari akan diajarkan tari dasar seperti tarian gembira, kipas dan pang pung. Selanjutnya, tiap empat bulan sekali para pelatih akan melakukan evaluasi. Dalam proses evaluasi itu, penari yang sudah menguasai tarian dasar akan diajarkan tarian yang lebih rumit seperti tari kidang, kupu, atau golek sri rejeki, hingga akhirnya mereka bisa menguasai tari yang digerakannya tergolong sangat rumit seperti tari serimpi. “Soerya Soemirat bukan tempat mencetak penari tetapi tempat melestarikan budaya. Kebudyaan itu yang nantinya akan mempengaruhi kepribadian si penari, seperti kandungan dari wiraga, wirama, dan wirasa,” lanjut Jonet

Radityo Kusumo Nirbito

130904905

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s