Kebahagiaan Anak Bukan Pada Gadget

Teknologi gadget merupakan alat komunikasi yang penting sekali di kalangan masyarakat. Selain untuk berkomunikasi, juga digunakan untuk mencari informasi melalui internet dengan mudah dan cepat. Namun sayangnya, penggunaan gadget di kalangan anak-anak tidak digunakan untuk itu. Zaman sekarang gadget digunakan anak-anak untuk bermain. Pilihan permainan anak-anak sangat banyak sekali. Mereka hanya perlu mengunduh aplikasinya, lalu bisa langsung bermain melalui gadget tersebut.

Hal ini yang membuat zaman sekarang, anak-anak diselimuti oleh dunia canggih bernama gadget. Mereka seakan-akan tidak bisa lepas dari benda tersebut. Kegiatan sederhana mereka dari makan, lalu istirahat pun mereka gunakan untuk bermain permainan di gadget mereka. Seakan-akan mereka lupa dengan dunia bermain mereka yang ‘sebenarnya’. Sebenarnya disini adalah dunia bermain bersama teman-teman sebaya, dan bermain tanpa menggunakan gadget seperti anak-anak pada zaman dulu.

Sekarang usia anak-anak sekitar lima sampai sepuluh tahun sangat menyukai bermain di gadget. Mereka seakan tidak mengenal waktu. Dari waktu sebelum mereka sekolah misalnya, lalu hingga pada malam hari dihadapkan dengan gadget. Tanpa mereka sadari, sebenarnya masa kecil mereka lama kelamaan terenggut hanya oleh dunia gadget.

  • (Anak kecil sedang asik bermain gadgetnya)

S__39460937S__39460936

Menurut salah satu dosen Universitas Atma Jaya, yaitu Th. Diyah Wulandari.S.Fil,.MM. atau biasa dipanggil Bu Wulan menjelaskan bahwa gadget sendiri sebenarnya memiliki hal positif, yaitu masyarakat dapat mengikuti perkembangan zaman yang modern, dan dapat menambah ilmu mereka dengan mencari informasi-informasi dari gadget sendiri. Bu Wulan sendiri mempunyai anak terbilang masih kecil, maka beliau pasti memahami dunia anak-anak zaman sekarang yang sangat menyukai teknologi-teknologi canggih, seperti gadget.

Lalu bila dari sisi negatif sendiri sebenarnya bagi anak-anak adalah penggunaan gadget di kalangan anak-anak seakan terbawa arus globalisasi. “sebenarnya untuk penggunaan gadget sendiri belum terlalu berpengaruh pada anak-anak, namun mereka seakan ‘dipaksa’ untuk menggunakannya”, tutur Bu Wulan. Dalam hal ini memiliki arti bahwa anak-anak dikenalkan kepada dunia teknologi dengan salah satu contohnya adalah gadget. Namun, dari orang terdekat mungkin kurang memperhatikan anak-anak mereka ketika menggunakan gadget. Itu yang membuat anak-anak seperti tidak bisa lepas dari yang namanya gadget. Mereka seakan terisolasi dari dunia bermain mereka di luar sana dengan hanya terfokus pada gadgetnya saja.

Ini memang sangat disayangkan untuk ke depannya nanti. Ketika mereka sudah dewasa mereka mungkin tidak akan mendapatkan masa kecil dan pengalaman bahagia yang tak terlupakan, misal bermain bersama orang tuanya di taman atau juga bermain dengan teman-temannya. Hal ini juga membuat terkadang anak-anak yang mungkin suka bermain gadget menjadi orang yang pendiam dan tidak bisa bersosialisasi dengan masyarakat lain, seakan-akan menutupi dari dunia luar.

Tentunya hal ini sangat berbahaya sekali bagi anak-anak dengan usia yang relatif masih perlu bimbingan dari orang tua. Pasalnya, bila dari keluarga sendiri tidak memperhatikan anaknya ketika bermain gadget, itu akan menjadi dampak buruk bagi si anak ke depannya. Mereka mungkin susah untuk bersosialisasi, sifat mereka yang tertutup, dan juga terkadang tidak dapat mengontrol emosi nanti ketika mereka beranjak dewasa.

Masa kecil anak-anak tidak akan sebahagia dengan masa kecil anak-anak pada umumnya, misal masa kecil mereka ketika bermain ada pengalaman lucu. Itu yang tidak bisa didapatkan untuk kedua kali. Masa kecil yang hanya diselimuti oleh teknologi gadget tidak akan memberikan kesan masa kecil yang bahagia.

Sebaiknya perlu ada bimbingan dari pihak keluarga, terutama orang tua. Orang tua hanya perlu mengontrol ketika anak-anak bermain gadget. Ketika memang dirasa anak tersebut sudah lama bermain gadget segera diberhentikan dengan cara memberikan tugas, misal membantu mencuci piring atau diajak bermain bersama orang tua atau teman-teman sebaya. Hal seperti itu justru akan membantu anak-anak untuk tidak terlalu fokus pada gadget. Mereka dapat menikmati masa kecil dengan bermain dengan teman-teman, belajar, dan mendapatkan perhatian juga kasih sayang dari orang tua.

Pengenalan dunia elektronik seperti gadget tidak apa-apa, tapi harus tahu batasan penggunaannya. Terutama bila sudah berada di anak-anak. Itu perlu ada pengawasan dan juga peringatan bagi anak-anak untuk tidak selalu memainkan gadget mereka.

-Jeannet Valentin / 130904942-

  • Contoh foto orang tua yang mendampingi sang anak:

(Sang ayah menemani anaknya bermain di tempat bermain umum)

IMG_3446

S__39460944

(Sang ayah sedang menemani anaknya membaca buku)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s