Komunitas Perkampungan Sosial Pingit

Oleh: Recha Lista Rosa (130905048)

Komunitas Perkampungan Sosial Pingit atau komunitas PSP adalah sebuah komunitas yang menyediakan tempat tinggal bagi anak-anak tuna wisma atau keluarga tuna wisma. Komunitas PSP ini diawasi oleh para Frater di Kolosani Kota Baru, salah satunya adalah Frater Agustinus Winaryanta atau yang akrab disapa anak-anak Pingit dengan Frater Win. Anak pingit ini memiliki dua kategori yaitu warga dampingan, yang merupakan anak-anak atau keluarga yang terlantar dan diberikan tempat tinggal di Pingit. Saat ini jumlah warga dampingan di Pingit ada lima keluarga dan tujuh anak-anak. Yang kedua adalah anak-anak asli Pingit, yaitu anak-anak asli di Pingit yang mengetahui kegiatan di Pingit lalu bermain dan belajar bersama di Pingit. Jumlah anak-anak asli komunitas PSP ini berjumlah 35 anak. Selain diberikan tempat tinggal, anak-anak dalam komunitas PSP ini juga diberikan pelajaran menulis, membaca, berhitung, dan juga diajarkan untuk membuat kreasi yang akan dipimpin oleh salah satu volunteer di komunitas PSP ini. Komunitas PSP ini memiliki volunteer yang kebanyakan adalah mahasiswa, dari berbagai macam jurusan.


Waktu belajar di komunitas PSP ini dilakukan setiap hari Senin dan Kamis, pukul 19.00-21.00. Kelas di komunitas ini dibagi menjadi tiga kelas, yaitu kelas TK, kelas SD kecil dan kelas bersama. Di kelas TK, jumlah volunteer harus sama dengan jumlah murid yang hadir mengikuti kelas, hal ini karena anak TK masih harus dibimbing dan dipantau aktifitasnya oleh volunteer. Hal ini juga bertujuan agar materi dan metode yang akan disampaikan oleh volunteer dapat diterima dengan baik oleh anak-anak TK yang mengikuti kelas tersebut. SD kecil adalah kelas yang melatih anak-anak untuk menyanyi yang akan ditampilkan di Kota Baru, lagu-lagu yang dibawakan oleh anak-anak Komunitas PSP ini pun lagu tentang komunitas ini sendiri. Seperti contohnya lagu berjudul Anak Pingit yang dipimpin oleh salah satu pengajar di Komunitas PSP. Sedangkan kelas bersama adalah kelas yang merupakan gabungan dari semua kelas. Materi yang akan diberikan di kelas bersama ini, diberikan oleh para mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma. Materi yang disampaikan adalah materi tentang penjelasan sederhana mengenai sumber daya alam, bagaimana mereka harus menjaga air, dan lainnya. Adapun kesulitan yang dialami oleh pengajar adalah menarik perhatian anak-anak dan mengajarkan mereka dengan bahasa yang mudah dipahami.


Suasana kelas di Komunitas PSP ini memang kurang kondusif, hal ini disebabkan oleh materi pengajar yang terkesan membosankan untuk anak-anak yang ada di Komunitas Perkampungan Sosial Pingit. Sehingga anak-anak akan merasa bosan di kelas, sikap mereka yang masih mudah terpengaruh untuk bermain daripada belajar, ditambah dengan melihat sifat dan perilaku anak-anak yang masih perlu diperbaiki. Sehingga keberagaman materi dan perilaku atau sikap anak-anak akan menjadi faktor penting dalam proses belajar mengajar di Komunitas PSP. Metode pengajar yang diterapkan di Komunitas PSP cukup terstruktur, tetapi metode yang mereka gunakan lebih menyesuaikan keinginan anak-anak dan kurang mempertimbangkan keefektifan materi tersebut di kelas. Sehingga seringkali materi yang disampaikan tidak efektif. Selain itu, metode yang digunakan dalam satu semester telah disepakati oleh para pengajar dan para pengurus PSP. Peneliti melihat, pada akhir semester, PSP lebih mengarahkan anak-anak untuk lebih fokus pada kreativitas mereka. Seperti menggambar, mewarnai, dan membuat kreasi lain atau bahkan mengikuti lomba kesenian seperti lomba menggambar, lomba menari, dan sebagainya. Hal ini disepakati karena jika anak-anak PSP dituntut untuk belajar seperti anak-anak di sekolah formal, kemungkinan besar anak-anak PSP akan merasa jenuh. Selain itu, tujuan dari PSP adalah agar anak-anak PSP bisa mengubah sikap anak-anak di Pingit dan mengubah pandangan orang-orang tentang anak-anak Pingit yang dikenal sebagian dari orang pinggiran. Selain itu, Komunitas PSP juga mengharapkan kemajuan dari anak-anak atau warga dampingan nya untuk maju. Oleh karena itu, setiap warga dampingan hanya diberi waktu 2 tahun saja untuk tinggal di Komunitas PSP ini. Setelah 2 tahun, warga dampingan diharapkan sudah memiliki pekerjaan yang bisa menghidupi kehidupan mereka sehari-hari, sehingga mereka bisa menyewa rumah sendiri. Tentu jika dibutuhkan, Komunitas PSP ini dengan senang hati membantu memberikan modal pada anak-anak dampingan di Pingit.
Komunitas ini sangat peduli pada masa depan anak-anak khususnya di Yogyakarta. Jika Anda tertarik untuk menjadi volunteer atau memberi bantuan, Komunitas PSP ini ada di Jalan Abu Bakar Ali 1. Atau di Kolosani Gereja Kota Baru untuk bertemu para Frater yang mendampingi para anak-anak di Pingit dan mengurus kegiatan para volunteer.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s