Kue Leker Untuk Kesembuhan Ayah

WP_20160616_1994[2].jpg

https://soundcloud.com/mariaagusta9/2016-06-13-14-18-20wav1

Umur bukanlah alasan untuk tidak berbakti pada orangtua. Kasih sayang orang tua dan keluarga merupakan kasih sayang indah yang dikaruniakan Pencipta pada umatnya. Seorang anak sudah pada hakikatnya berbakti pada orang tua. Niat yang tulus untuk menyayangi dan mencintai orang tua menjadi kunci utama.

Di bawah terik matahari siang itu, Arjuna tersenyum berjalan sambil membawa kotak putih. Menyapa beberapa orang disekitar area halte trans Jogja dekat Benteng Vedrebug menjadi kegiatan sehari – harinya.

‘ hallo mas’ sapanya sambil tersenyum kecil pada seorang petugas halte sambil berlari masuk.

Dari jauh ia terdengar bercerita dan bercanda dengan para petugas trans Jogja. Kue leker dalam kotak tidak lupa ia tawarkan. Malu-malu Arjuna bercerita. Mengenakan topi merah, ia sembunyikan wajah tulus dibalik topi. Beberapa orang bercanda dan mengobrol santai dengan Arjuna.

Namanya Arjuna, berusia 11 tahun. Dengan badan kecilnya ia tak gentar menerjang jalanan menjajakan barang dagangan milik ibunya. Kue leker yang dijajakannya merupakan kue buatan ibunya. Tanpa mengeluh dan merasa terganggu dua hari sekali ia berjalan berjualan. Ia merupakan anak ke 7 dari 11 bersaudara. Ayahnya sudah dua minggu mengalami lumpuh.

Pernah mengeluh tidak berjualan sendiri seperti ini ? ‘

Arjuna menjawab dengan tenang ‘ tidak, ini jualannya untuk membantu orang tua yang sakit ‘

Ayah Arjuna baru saja mengalami kecelakaan, dan tidak dapat berjalan kembali. Arjuna ingin membantu ayahnya untuk berobat. Menjalankan aktivitas berjualan setelah pulang sekolah. Dari daerah Kalasan ia naik bus trans Jogja dan turun di kawasan Malioboro. Tidak hanya berjualan di kawasan Malioboro biasanya Arjuna juga berjualan di kawasan Candi di daerah Kaalasan Prambanan.

Tindakan sederhana yang dilakukan Arjuna merupakan bentuk bakti yang di berikannya bagi orangtua untuk meringankan beban. Tanpa takut dan malu dia berjualan leker sendiri, dan jarak yang tidak sedikit pun ia tempuh.  Pendapatan yang diperolehnya tidak tentu bisa 200 ribu atau hanya 50 ribu. Berapapun rejeki itu di syukurinya, demi membantu ayah ibunya. Walaupun berbadan kecil, niat membantunya lebih besar. (maria Agusta/ 130904979)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s