Melestarikan Tradisi Melalui Permainan Sederhana

foto 1

Beberapa anak sedang bermain meriam bumbung,kamis(16/6). Meriam bumbung adalah salah satu permainan tradisional yang dimainkan pada saat bulan Ramadhan-wisangputrahesa

Lung bumbung atau meriam bambu, siapa yang tidak tahu mengenai permainan ini. Permainan ini hanya ada di bulan ramadhan menemani anak-anak yang sedang menunggu waktu untuk berbuka puasa. Lung bumbung atau meriam bambu ini dibuat secara mandiri oleh anak-anak dari desa Wijirejo, Kauman, Pandak, Bantul Yogyakarta, Kamis (16/6)

Waktu berbuka adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh mereka yang menjalani puasa. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh masyarakat bila menunggu datangnya waktu berbuka puasa, salah satu kegiatan tersebut adalah dengan bermain. Seperti yang dilakukan oleh anak-anak dari desa Wijirejo, mereka menghabiskan waktu untuk menunggu berbuka puasa dengan bermain meriam bambu bersama-sama. Permainan meriam bambu ini termasuk permainan yang sangat murah. Biasanya mereka memainkan permainan ini mulai dari pukul 15.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB yang kemudian disambung dengan kegiatan buka bersama di masjid terdekat.

Sesuai dengan namanya, meriam bambu menggunakan bambu sebagai bahan utamanya. Batang bambu dipotong dengan panjang yang bervariasi sesuai keinginan, kemudian sekat di antara ruas batang bambu tersebut diberi lubang sehingga batang bambu tersebut menyerupai bentuk selongsong senjata. Pada bagian pangkal batang bambu kemudian diberi lubang kecil kira-kira sebesar ibu jari yang nantinya menjadi tempat untuk memantik meriam tersebut.

foto 2

Seorang anak sedang memantik meriam bambu, kamis (16/6). Permainan meriam bambu ini menggunakan api sebagai pemantiknya.-wisangputrahesa

Setelah selongsong jadi kemudian yang harus dilakukan adalah mengisi selongsong tersebut dengan minyak tanah yang adalah amunisinya. Minyak tanah dimasukkan keadalam selongsong melalui lubang yang dibuat dipangkal bambu. Kemudian gunakan potong bambu ukuran kecil sebesar lubang yang berada dipangkal bambu. Setelah semua tersedia maka meriam bambu tersebut siap untuk dimainkan.

“Bermain meriam bambu itu menyenangkan mas”, jelas Surya sembari menyulut kembali meriam bambu miliknya. Suara yang dihasilkan oleh meriam bambu ini beraneka ragam ada yang menggelegar, ada pula yang tidak mengeluarkan suara sama sekali namun mengeluarkan api. Besar kecilnya suara tergantung pada besar kecilnya diameter bambu yang dipilih menjadi selongsong.

Permainan-permainan seperti ini sudah sulit untuk ditemui saat ini, jumlah anak yang bahkan mau memainkan permainan ini sudah sangat jarang. Permainan-permainan tradisional seperti ini sudah mulai tersingkir dengan permainan-permainan modern yang saat ini mulai menjamur di kalangan anak-anak. Zaman memang sudah berganti dan kita ikut berputar di dalamnya akan tetapi melestarikan tradisi adalah sebuah pilihan.

Oleh : Wisang Putrahesa/130904910

NB: video permainan mercon bumbung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s