“ MESIN WAKTU DI KOLONG TANGGA ”

IMG_2332

Museum yang berlokasi di jalan Sriwerdani No 1 lantai II Gedung Taman Budaya Yogyakarta ini berdiri pada tahun 2008. Museum Anak Kolong Tangga merupakan museum pendidikan dan mainan anak pertama di Indonesia. Diawali inisiatif dari seorang seniman asal Belgia, Rudi Corens, yang juga adalah seorang kolektor mainan dan permainan dari berbagai negara, museum Kolong Tangga memiliki perhatian khusus kepada dunia anak masa lalu.

IMG_1008

Diberi nama museum Anak Kolong Tangga karena menempati ruangan yang tak terlalu luas di kolong tepat di bawah dua tangga ulir menuju concert hall Taman Budaya Yogyakarta. Posisinya yang unik dengan banyak sekali koleksi mainan anak di dalamnya sempurna membuatnya seperti mesin waktu. Semua orang dewasa yang masuk ke museum ini dan melihat koleksinya dipastikan tersenyum sembari didekap rindu masa kecilnya. Museum ini pun menyuguhkan kembali kehidupan anak dari berbagai negara. Tak hanya dari Indonesia, koleksi mainan di tempat ini berasal dari sejumlah negara di Afrika, Eropa, Asia hingga Amerika. Permainan atau boneka yang ada dimuseum ini bukanlah hasil pabrikan namun olahan tangan yang tenar pada jamannya, contohnya berbagai macam jenis boneka tangan dari beberapa negara yang bisa kita jumpai di museum ini.

IMG_0978

Koleksi-koleksi mainan di Museum Kolong Tangga dibuat pada rentang waktu tahun 1910 hingga 2000-an sehingga sudah cukup langka untuk disaksikan di masa kini. Museum Anak Kolong Tangga ditujukan untuk semua anak tanpa mempermasalahkan siapa, kapan dan di mana ia berada. Sayangnya keberadaan museum ini belum banyak dikenal. Meski Taman Budaya merupakan tempat yang populer di Yogyakarta dan tak henti menggelar event yang dikunjungi banyak orang, tak banyak yang menyadari bahwa ada sebuah museum di bawah kolong tangganya. Kolong Tangga bukan sebuah gudang penyimpanan mainan kuno. Seperti mesin waktu, tempat ini “hidup” dan menyimpan jutaan kenangan tentang kehidupan dan keseharian anak-anak.

IMG_0995

Museum kolong tangga bagaikan oase bagi anak-anak generasi masa kini yang hanya mengenal ketapel lewat Angry Bird di layar gadget. Mengunjunginya bersama anak-anak pun serasa bernostalgia sambil mengenalkan berbagai mainan tradisional yang sarat budaya.

Riesly Dwi Yanti (070903429)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s