Rindu Masa Kanak-kanak

Tidak ada yang salah dari merindukan kenangan saat masa kanak-kanak.

Menjadi seorang yang dewasa adalah pilihan, ingin bahagia itu juga pilihan, tetapi masa kanak-kanak kita adalah masa di mana kita belum mengenal sebuah pilihan. Bebas, lepas, berlari sesuka hati, terjatuh lalu menangis, kemudian berlari lari lagi itu masa kanak-kanak.

Harapan selalu ada setiap harinya, rasa ingin tahu dan menjadi apa adanya adalah kerja kita semasa kanak-kanak. Dimarahin orang tua karena kwatir itu sudah menjadi hal yang wajar.”Mainnya jangan jauh-jauh nanti kamu ilang loh”, kata-kata itu yang diingat saat sesama kita kanak-kanak. Rindu sekali suara itu, saat sore hari tiba adalah waktu yang paling ditunggu oleh kanak-kanak. Main di lapangan, main sepeda, main bola, main boneka-bonekaan, main pasar-pasaran, dan semua permainan yang mengeluarkan keringat dan canda tawa bersama dengan teman-teman.

Senja belum berlalu, tapi sore sudah memanggil, saatnya kembali ke rumah. Mandi, makan malam, mengerjakan PR dari sekolah. Rutinitas yang menjadi agenda harian saat kami berada di masa kanak-kanak.

Kalau diingat-ingat lagi, entah kenapa rasanya ingin kembali ke masa itu “enak ya jadi anak-anak”. Itu kata-kata yang sering kita denger dari orang dewasa yang lagi hopeless sama hidup. Hahahaha. . . . tidak ada yang salah kita mengingat dan bahkan ingin kembali ke masa itu.

juron uasku.Still001

Tomi (21), masa kanak-kanaku “main sama temen setelah pulang sekolah itu kewajiban“.

“Main sama teman-teman setelah pulang sekolah itu adalah kewajiban”, kata Tomi (21). Bermain bersama teman-teman  adalah saat-saat yang paling mengasikan dan pastinya bikin kita lupa waktu saking asiknya. Sepertinya tadi dituliskan di atas senja belum berakhir tetapi sore sudah menyapa.

juron uasku.Still002

Diza (22), Dulu waktu aku kecil “pengen banget jadi anggota sailormoon yang ke 6”.

Punya cita-cita yang gak masuk diakal. Lalu, sebentar mencoba untuk mengingat dan tertawa sendiri. Menjadi anak-anak bebak kok, mau jadi apa saja yang diinginkan. Jadi, power rangers, jadi pemain bola seperti captain tsubasa, dan tokoh kartun lainnya.

juron uasku.Still004

Monik (21), tinggal di daerah pedesaan membuat masa anak-anakku menyenangkan karena bisa main disungai, main pasar-pasaran sama teman-teman.

Permainan tradisional khas pedesaan membawa semilir angin masa kanak-kanak monik.”Seneng ya dulu main di sungai, terus di sawah, sama teman-teman di desa”, kata Monik Semangat.

Meskipun kini masa kanak-kanak hanyalah kenangan, tetapi kita bisa merindukan kenangan itu setiap saat , setiap detik, tetapi untuk kembali ke masa itu kita hanya bisa berangan-angan. Namun, apa yang kita rasakan di masa anak-anak kita adalah rasa bahagia, hidup tanpa beban, berlari sesuka hati, menangis sejadi-jadinya, bermain dengan teman-teman, mengerjakan tugas sekolah ditemani orang tua, itu semua bisa ulang lagi kepada anak-anak kita nantinya.

Tulisan ini  bertujuan untuk kembali mengajak semua orang di dunia ini yang nantinya akan menjadi seorang ayah dan ibu bahwa masa kanak-kanak dari anak-anak kita nanti adalah tanggung jawab dari bagaimanan kita memberikan moment terbaik dalam hidup mereka nanti. Semua adalah proses dan fase anak-anak adalah fase di mana kita dapat merasakan apa itu hidup tanpa beban dan menjadi apa adanya. Tertawa, tersenyum, menangis, berlari, jatuh, bangun lagi, teriak adalah hal yang harusnya kita jalanin bersama dengan anak-ana kita nantinya.

Ingatlah, dunia terus berkembang, semua bisa saja berubah, tetapi kita punya kesempatan untuk menyelamatkan dan membuat masa kanak-kanak anak-anak kita lebih bahagia dari kita dengan cara kita bukan orang lain ataupun dari perubahan zaman!

Dan untuk kita yang sudah merasakan menjadi anak-anak, tetapnya  menjadi apa adanya seperti masa itu pernah ada dihidup kita, jadi orang dewasa adalah pilihan, menjadi anak-anak mengingatkan kita untuk terus menjadi orang apa adanya dan jangan lupa senyum, ya !🙂

Penulis : Elisabeth Puspasari Dian Pratama – 130904889

Voxpop dari Anak-anak yang sudah bukan lagi anak-anak, hehehe!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s