Saatnya Mengajarkan Anak Berpuasa

Mengajarkan anak-anak untuk berpuasa mungkin menjadi sesuatu yang tidak mudah bagi para orang tua. Puasa juga sebenarnya bukan hal yang wajib di lakukan oleh anak-anak yang belum baligh (belum cukup umur). Namun tak ada salahnya jika para orang tua mulai untuk mengajarkan tentang puasa kepada anak di bulan Ramadhan ini. Momen Ramadhan ini mungkin menjadi waktu yang tepat untuk mengajarkan pendidikan dan akhlak kepada anak-anak. Berawal dari keluarga yang bisa disebut sebagai tempat dimana anak pertama kali belajar mengenal sesuatu. Pendidikan akhlak, perilaku dan karakter merupakan landasan utama yang bisa diajarkan kepada anak-anak sejak dini.

Melatih anak berpuasa bisa dilakukan dengan cara santai dan menyenangkan. Jika dimulai sejak dini maka anak akan terbiasa untuk melakukan ibadah puasa. Sehingga pada saat mereka tumbuh besar nanti mereka tidak akan kaget dan menjadi tekanan dalam hidupnya. Puasa juga memiliki fungsi baik bagi kesehatan dan akan membantu anak di masa yang akan datang.

Mengajarkan anak berpuasa dengan cara menyenangkan akan memberi kemungkinan anak akan lebih santai menjalani puasanya. Orang tua juga harus melihat kondisi anak terlebih dahulu. Pastikan tidak ada unsur paksaan terhadap anak agar anak juga tidak merasa terbebani. Memberikan reward kepada anak memungkinkan anak akan lebih bersemangat misalnya dengan mengatakan bahwa jika berpuasa akan mendapatkan pahala yang banyak. Motivasi dari orang tua ini lah cara pertama yang tepat untuk membangun sikap disiplin melatih anak berpuasa saat Ramadhan.

Untuk anak yang baru pertama kali berpuasa, para orang tua bisa menganjurkan untuk berpuasa setengah hari terlebih dahulu, istilahnya agar mereka tidak kaget. Di hari-hari selanjutnya anak terus dilatih agar bisa puasa sehari penuh. Menurut Hj. Sarmin Wusana Atmadja, berpuasa untuk anak-anak dibawah umur (dibawah 15 tahun) puasa yang dijalani adalah sunnah atau tidak wajib. Menurutnya mengajarkan anak akan syariat Islam sejak dini adalah tindakan yang tepat agar mereka terbiasa ketika dewasa. Hal ini merupakan pengasuhan yang baik dari orang tua ketika mengajarkan anaknya di bawah umur untuk memulai berpuasa. “Sebenarnya dari awal umur 7 tahun juga harus diperintahkan untuk berpuasa” tutur Pak Sarmin.

Anak-anak mungkin akan terlihat lemas pada awal puasanya karena tubuh mereka mengalami penyesuaian terhadap rasa lapar yang dihadapi. Orang tua baiknya membiarkan mereka untuk tidur siang atau mengajaknya untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Jangan lupa untuk memberikan kata-kata pujian bagi anak jika mereka berhasil menjalankan ibadah puasanya, karena itu akan mendorongnya untuk lebih baik berpuasa keesokan harinya.

Radhita Nur Annisa

130905168

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s