Suara Emas Si K-popers Cilik

K-popers, sebutan bagi penggemar Korean Pop (Musik Pop Korea) sebagai musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Kpopers identik dengan perlikau memuja artis dari negeri ginseng yang memiliki wajah rupawan, kemampuan menari, suara emas, dan pembawaan diri di layar kaca yang menyenangkan. Terpaan korean wave juga melanda Edison, seorang anak yang mulai beranjak remaja. Pemilik nama lengkap Muhammad Isa Edison yang lahir di Purworejo, 26 Januari 2003 ini mulai tertarik dengan K-pop di usianya yang kala itu menginjak sepuluh tahun. Edison mulai menyukai K-pop karena pengaruh sang kakak yang juga K-popers. Berawal dari melihat penampilan idol group K-pop, Edison mulai tertarik dengan pengemasan tampilan yang menawan dengan kemampuan menyanyi dan menari, didukung dengan kualitas tampilan virtual high definition khas Korea serta musik yang energik.

Selain tertarik dengan idol group K-pop, Edison ternyata memiliki ketertarikan tersendiri dengan penyanyi Korea yang mampu menyanyikan lagu ballad dengan tingkat kesulitan yang tinggi. Ia kagum dan ingin seperti mereka yang mampu berdiri sendiri di atas panggung dengan kemampuan menyanyi yang mampu membuat penonton terpukau. Keinginan untuk dapat menyanyikan lagu Korea di atas panggung sebenarnya sudah ada dalam diri Edison karena sejak di bangku taman kanak-kanak, Edison memang hobi menyanyi dan kemampuan menyanyinya diapresiasi oleh orang tuanya yang kemudian mengajak Edison untuk les vokal. Pada usia sepuluh tahun saat mulai mengenal K-pop, Edison sudah mempunyai bekal menyanyi namun masih enggan tampil karena merasa belum percaya diri.

Suatu ketika di tahun 2015, Edison mulai mencari info tentang K-pop sing cover competition melalui media sosial. Ia menemukan informasi tentang K-pop sing cover competition dalam acara Korean Days UGM. Berawal dari acara tersebut, Edison mampu meraih juara ke-2. Walau sbenarnya pada saat itu Edison kaget dengan para peserta K-pop sing cover competition yang usianya terpaut jauh dengannya. Para peserta didominasi remaja SMA hingga mahasiswa dengan bakat menyanyi yang juga luar biasa. Meski awalnya sempat minder, Edison berpegang teguh dengan prinsip yang ia tanamkan di dalam diri untuk tetap percaya diri.

Edison saat lomba menyanyi dalam acara Collaboration Day Universitas Sanata Dharma 2016( dok. Instagram @collaborationday2016)

Edison saat lomba menyanyi dalam acara Collaboration Day Universitas Sanata Dharma 2016( dok. Instagram @collaborationday2016)

Korean Days UGM tahun 2015 mulai mendrong Edison untuk mengikuti K-pop sing cover competition di berbagai acara seperti Korean Culture Festival UGM 2015, M.Y showtime, dan Collaboration Day Universitas Sanata Dharma tahun 2015 dan 2016. Prestasi yang ia raih diantaranya juara ke-2 Korean Days UGM 2015, juara pertama Collaboration Day Universitas Sanata Dharma 2015, dan Juara ke-2 Collaboration Day Universitas Sanata Dharma 2016.

Meski telah mengantongi beberapa penghargaan, tenyata sosok yang mengidolakan penyanyi Ailee ini masih memiliki kesulitan ketika menyanyikan lagu berbahasa Korea. Selain tingkat kesulitan lagu yang beragam, lirik lagu Korea yang tidak selamanya mudah dihafal menjadi kendala. Pernah suatu ketika Edison lupa lirik di panggung namun dapat ia atasi dengan berusaha mengingat kembali.

Selain itu, kegemaran Edison terhadap K-pop memicu dukungan dan tolakan dari teman sebayanya. Edison berbesar hati untuk menerima kritik sebagai perbaikan. Di balik itu, Edison menemukan kepuasan tersendiri ketika mampu berdiri di atas panggung dan menampilkan kemampuan vokalnya. Dengan sering mengkuti K-pop sing cover competition, Edison dapat semakin percaya diri dan memperkaya pengalaman dengan bertemu teman-teman baru. Meski ada juga lomba menyanyi yang tidak ber-genre K-pop, namun saat ini Edison masih mengikuti kegemarannya untuk dijalur K-pop sing cover. Tak menutup kemungkinan dikemudian hari ia akan mencoba berbagai kompetisi.

Pelajaran yang dapat diambil dari Edison, di usia muda yang baru akan menginjak 13 tahun, ia tidak seperti K-popers kebanyakan yang sebatas memuja idolanya tetapi ia memiliki bakat menyanyi yang mampu disalurkan sesuai dengan kegemarannya terhadap Musik Pop Korea. Meski di tengah jalan seringkali menemui kesulitan dan ia harus menjadi yang termuda dalam kompetisi. Hal itu justru memotivasinya untuk ingin lebih dan lebih lagi dalam menampilkan bakatnya.

Edison berpesan bagi teman-teman sebayanya yang memiliki bakat tetapi masih belum percaya diri untuk tampil, “jangan ragu dan jangan takut sebab jika kita ragu dan takut maka kita tidak akan menjadi pribadi yang maju.”

Penulis:  Felik Yossy Irawan/ 120904621

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s